Cara Merawat Rambut Vagina dengan Tepat. Enggak Boleh Asal!

Rambut vagina sebaiknya memang jangan terlalu sering dicukur karena rambut vagina memiliki beberapa fungsi untuk kesehatan alat reproduksi kita.
Namun, enggak dicukur bukan berarti rambut vagina kita biarkan gitu aja.
Rambut vagina juga perlu dirawat sehingga bisa berfungsi dengan baik.
Yuk ketahui cara merawat rambut vagina yang tepat seperti apa, girls!
1. Lembutkan rambut vagina
Rambut vagina kita sebaiknya ‘dilembutkan’ agar enggak terasa kasar dan membuat kita merasa enggak nyaman.
Caranya adalah dengan berendam di air hangat, lalu kasih beberapa tetes jojoba oil dan tea tree oil, sehingga bisa menenangkan kulit kita dan juga melembutkan rambut vagina.
2. Singkirkan kulit mati di sekitar rambut vagina
Untuk menjaga agar pori-pori di sekitar rambut vagina tetap bersih, maka kita bisa dengan lembut menyingkirkan kulit mati di sekitar area kemaluan kita dengan sikat kering atau kain lap yang kasar.
Bahkan sekarang ada juga produk berbentuk sarung tangan yang bisa kita gunakan untuk menyingkirkan kulit mati di area yang sulit terjangkau, lho!
3. Bersihkan dengan air bersih
Daripada kita pakai produk-produk berbahan kimia, lebih baik jika membersihkan bulu vagina hanya dengan air bersih aja.
Kalau kita memang pengin menggunakan sabun, maka pilihlah sabun yang benar-benar lembut serta ringan.
Bahkan sabun badan yang biasa kita pakai itu masih terlalu berat untuk rambut vagina kita!
4. Boleh dicukur, asal....
Sebenarnya rambut vagina bisa aja dicukur. Karena enggak bisa dipungkiri pertumbuhan rambut vagina tiap orang itu beda-beda, ada yang lebat ada juga yang tipis.
Asal, jangan pernah mencukur rambut vagina hingga habis!
Dan balik lagi ke awal, karena rambut vagina memiliki fungsi bagi kesehatan, sebaiknya kita tetap membiarkan bulu vagina tumbuh.
5. Gunakan alat cukur yang steril
Jangan lupa untuk memerhatikan supaya alat cukur atau gunting yang kita pakai itu selalu bersih.

Bahkan ketika enggak kita pakai pun, alatnya harus rutin kita bersihkan agar terhindar dari bakteri, ya! (*)