Gara-gara Kecanduan Alkohol, Seekor Monyet Mengamuk, Tewaskan 1 Orang dan 250 Luka-Luka

Meskipun monyet memiliki tubuh kecil, namun mereka diketahui empat kali lebih kuat dari manusia.
Seekor monyet bernama Kalua asal India, telah melukai 250 orang dan menewaskan satu orang dalam insiden mengerikan.
Melansir dari New York Times, Jumat (19/6/2020), Kalua adalah seekor monyet milik ‘okultis’ lokal di Mirzapur, Uttar Pradesh, India.
Okultis adalah suatu kepercayaan terhadap hal-hal supranatural seperti ilmu sihir.
Menurut Daily Mail, pemerintah setempat mempercayai bahwa kalua diberi makan dan minum seperti minuman keras dan mungkin, daging monyet sendiri.
Diketahui, pemilik monyet itu telah meninggal beberapa waktu lalu, sehingga mereka percaya monyet itu terabaikan.
Kalua yang kencanduan alkohol tidak dapat lagi meminum alkohol dan ia semakin agresif.
Kalua yang semakin agresif turun ke jalan-jalan dan mulai berkeliaran di lingkungan masyarakat.
Ia menyerang orang-orang, terutama wajah-wajah wanita dan anak-anak.
Setelah beberapa upaya, Kalua akhirnya behasil ditangkap dan dibawa ke kebun binatang Kanpur.
Kini, monyet itu telah dijatuhi hukuman kurungan penjara selama sisa hidupnya.
"Kami menahannya di penjara selama beberapa bulan dan kemudian memindahkannya ke kandang terpisah," kata dokter kebun binatang, Mohd Nasir.
“Tidak ada perubahan dalam perilakunya dan dia tetap agresif. Sudah tiga tahun sejak dia dibawa ke sini, tapi sekarang sudah diputuskan bahwa dia akan tetap di penjara seumur hidupnya, " ujarnya.
Ahli zoologi yang bekerja dengan ‘simian’ mencatat bahwa tidak hanya Kalua kecanduan alkohol, tetapi ia juga menolak untuk makan sayur dan makanan khas monyet lainnya.
Mereka juga percaya bahwa amarahnya mungkin akibat rejimen kanibalistik saat asupan makanan yang diberikan pemilik kepada hewannya.
Beberapa waktu lalau, seekor monyet di India telah mengambil sampel darah dari pasien yang diduga menderita Covid-19.
Sampel itu akan dibawa ke Laboratorium Lala Lajpat Rai Memorial Medical College Meerut, telah memicu kepanikan di wilayah itu pada hari Jumat (29/5/2020).
Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial twitter, terlihat monyet-monyet itu memegang alat tes kit swab dari tiga pasien.
Kemudian monyet-monyet itu melarikan diri sebelum petugas laboratorium mengambil tindakan apapun.
Video yang beredar dan beberapa sumber mengklaim bahwa monyet-monyet itu lari ke atas sebuah pohon.
Terlihat dalam video, monyet-monyet itu sedang mengunyah sampel covid-19 yang dicurinya tadi.
Otoritas rumah sakit mengklaim bahwa sampel itu bukan swab tenggorokan yang digunakan untuk mengkonfirmasi kepositifan covid-19 pada seseorang.
Pihaknya mengatakan bahwa itu adalah sampel darah reguler yang diambil dari pasien yang sudah terinfeksi dan dirawat di perguruan tinggi medis itu.
Namun, otoritas perguruan tinggi medis itu telah membuat penyelidikan tentang masalah ini.
Pihaknya juga telah meminta perwakilan laboratorium untuk memberikan penjelasan tentang ini.
Mereka meminta penjelasan terkait mengapa petugas laboratorium asyik merekam video tentang kejadian itu daripada memberi tahu pihak berwenang.
Menurut sumber, sekelompok monyet itu menyerang seorang petugas laboratorium yang sedang membawa sampel swab dan kit itu.
“Sampel swab dan kit itu barus saja diambil dari pasien yang diduga covid-19, dan akan dibawa ke (laboratorium) Meerut Medical College,” kata sumber yang tak disebutkan namanya itu.
Pihak berwenang Medical College mengatakan proses penyelidikan dilakukan di bawah dokter Dheeraj Balyan.
Meerut Medical College dan rumah sakit adalah pusat untuk perawatan pasien Covid-19 dan juga laboratorium pengujian.
Dokter mengklaim bahwa sampel dari tiga pasien yang di curi monyet itu akan diambil ulang kepada pasien.
Sumber mengatakan bahwa ancaman monyet bukan hal baru bagi perguruan tinggi kedokteran Meerut.
Insiden ini telah menimbulkan ketakutan bahwa monyet bisa menjadi media potensial yang mengarah ke penyebaran virus mematikan ini.
Pihak berwenang Medical College mengatakan tidak ada penelitian ilmiah yang menunjukkan virus corona baru dapat menyebar ke monyet dari manusia.
Sementara itu, administrasi Medical College belum mendapatkan bantuan dari departemen kehutanan untuk mengamankan monyet-monyet tersebut.