Kejamnya Manusia, Sapi Kurban Ditembak Mati oleh Polisi Karena Tak Mau Dipotong di Blitar

Hidup ini tidak dipungkiri memang sangat antroposentris (berpusat pada kepentingan manusia). Antroposentrisme, dalam tataran atau "dosis" tertentu, membuat manusia memandang bahwa pembunuhan terhadap makhluk non-manusia sebagai hal yang wajar belaka dan karenanya jauh dari label "keji".
Prinsip itu pulalah yang agaknya berlaku saat polisi menembak mati seekor lembu (sapi) di Blitar, yang mengamuk ketika hendak diangkut ke dalam mobil pickup untuk dibawa ke lokasi penyembelihan, Jumat, 31 Juli 2020.
Sapi berwarna kuning muda itu menyerang (dalam banyak redaksi media arus utama dianggap mengamuk) saat hendak digiring naik ke atas pick-up. Karena merepotkan, polisi mengambil "jalan pintas" dengan menembak mati sapi tersebut.
Penembakan tersebut, kata Kepala Sub Bagian Humas Iptu Achmad Rochan, dianggap sebagai "tindakan terukur".
"Setelah satu setengah jam belum bisa dijinakkan, kami terpaksa menembak mati sapi kurban tersebut, sekitar pukul 15.28 WIB," katanya.
Momen sebelum dan saat sapi itu menyerang manusia, terekam kamera dan vidoenya viral di media sosial.
Pada video sebelum ditembak, terlihat sapi tersebut awalnya duduk santai di bawah pohon, sementara sopir pengangkut sudah menunggu. Saat dipegang kepalanya oleh seorang polisi supaya mau bangkit dan naik ke mobil pick-up, sapi tersebut berdiri dan menyerang. Polisi dan warga yang ada di lokasi di Jalan Supriyadi lari tunggang langgang menghindari serudukannya.
Kemudian pada penggalan videonya yang lain, sapi tersebut terlihat tetap tak mau naik ke atas pick-up. Karena kehilangan kesabaran, polisi lantas menembak sapi tersebut.