Kisah Pilu Perempuan Kehilangan Satu Keluarga Selama 4 Hari karena Covid-19

Surabaya, hetanews.com - Covid-19 yang kini masih melanda Tanah Air membawa banyak air mata di sebagian masyarakat. Kisah pilu lantaran Covid-19 ini baru saja dialami oleh perempuan cantik yang diketahui bernama Dea Winnie Pertiwi.
Tinggal bersama keluarga di Surabaya sempat membuat seluruh anggota keluarganya berjuang keras untuk melawan ganasnya Covid-19. Namun, takdir berkata lain. Ia harus merelakan 4 anggota keluarganya untuk berpulang ke Sang Khalik terlebih dahulu.
Berikut informasi selengkapnya.
  • Beredar di Media Sosial
Beberapa waktu yang lalu, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang dibagikan oleh akun Twitter dengan nama @heniunique. Pada cuitan yang mendapatkan lebih dari 13 ribu Retweet tersebut ia menyampaikan sebuah tulisan haru.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dea Winnie Pertiwi asal Surabaya, membagikan ceritanya dalam 4 hari kehilangan satu keluarga karena Covid-19 (ayah, ibu, kakak, dan janin dalam kandungan kakaknya)," tulisnya.
  • Ungkapan Pilu Lewat Video
Dalam video yang beredar tersebut, Dea menyampaikan kronologi terpaparnya anggota keluarganya. Dirinya pun juga menceritakan betapa mengerikannya virus ini sehingga dapat merenggut orang-orang terkasihnya.
Ia kehilangan sang ayah terlebih dahulu, lalu sang kakak tercinta bersama janinnya. Selang 2 hari usai sang kakak meninggal dunia, ibunda Dea pun juga harus ikut berpulang.
  • Ingin Lihat Pemakaman Ibu
Rupanya, sang ayah dan kakak serta janinnya diketahui telah berpulang terlebih dahulu. Tak bisa melihat mereka untuk yang terakhir kali ini lah yang mendorongnya untuk ikut memakamkan sang ibu yang juga ikut berpulang.
"Nggak bisa lihat ayah dan kakakku terakhir kalinya, ini mama aku ingin melihat yang terakhir kalinya. Aku pengen gitu lihat yang terakhir kalinya. Jadi sekitar 5 menit lah setidaknya aku bisa melihat," ungkapnya.
  • Berawal dari Kakak Usai Cek Kandungan
Di tengah video yang tayang hingga lebih dari 393 ribu kali ini, Dea menceritakan kejadian awalnya. Rupanya, hal ini berawal dari sang kakak ipar yang terpapar usai menemani sang istri untuk cek kandungan. Setelah itu, keduanya pun diketahui memiliki gejala Covid-19.
"Jadi meriang, flu kemudian demam tinggi," lanjutnya.
  • Tak Menyangka
Sebelumnya, seluruh anggota keluarga pun awalnya tak menyangka bahwa kedua kakaknya tersebut tengah mengalami gejala Covid-19. Maka dari itu, keduanya pun mengikuti tes untuk melihat hasil akhirnya.
"Nah, kami nggak nyangka bahwa itu covid-19," tambahnya.
  • Hasil Tes Kakak Non-Reaktif
Mereka pun sempat merasa lega lantaran hasil dari tes tersebut menunjukkan bahwa sang kakak non-reaktif. Namun tak selang lama, kedua orangtua Dea pun tampaknya juga terpapar Covid-19 yang berasal dari sang kakak dan kakak ipar.
"Lagi-lagi kami sekeluarga mengira bahwa oh aman karena hasilnya non-reaktif gitu, itu bukan Covid-19. Dari situ kemudian baru nular ke mama, ke papa," paparnya.
  • Pesan Dea Winnie Pertiwi
Mengalami kehilangan bukanlah sesuatu yang mudah. Meskipun demikian, Dea mencoba memberikan pesan menyentuh kepada semua orang yang melihat videonya tersebut.
"Jangan sampai kita baru percaya bahwa Covid-19 ini ada setelah kita sendiri mengalami ataupun ketika kita sudah kehilangan orang-orang terdekat kita gitu. Cukup pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan. Sesederhana itu aja," tegasnya.
  • Warganet Semakin Waspada
"Kak, kasus di Surabaya emang ngga main-main. Sehari bisa ngubur 35 jenazah covid-19. Ini pemakaman baru milik pemkot dekat rumahku. Baru 4 bulan lho. Sudah hampir penuh," tulis @ajamilah1.
  • Doa dari Warganet
"Nggak bisa ngebayangin lagi gimana rasanya jadi mba Dea. Semoga mba dea selalu diberi kekuatan dan kesabaran untuk bisa menerima apa yang baru saja menimpanya. Turut berduka cita ya mba," tulis @navizza.
"It breaks my heart into million pieces. Ya Allah mbaknya kuat banget. Semoga arwah keluarganya ditempatkan di sisi Allah di tempat terbaik," tulis @finssa.
"Turut berduka cita mbak. Salut atas ketegaran mbak. Dengan berbagi dengan kami walau harus mengorek duka mbak sesungguhnya itu menjadi pelajaran buat kami terimakasih sudah mau berbagi,"