Bocah Smp Gantung Diri Pakai Jilbab Gara-gara Dilarang Nonton Film Kartun

Nasib nahas dialami oleh anak laki-laki 13 tahun asal Pune, India. Dilarang menonton acara kartun oleh ibunya, anak itu nekat masuk ke dalam kamar dan melakukan gantung diri. Sebelumnya ia memang pernah mengancam akan melakukan bunuh diri saat dilarang menonton acara televisi.
Dikutip dari Suara.com pada Kamis (11/6/2020) sebagaimana juga disadur dari Gulf News, ketika dilarang menonton acara kartun tersebut bocah 13 tahun itu langsung naik ke lantai atas. Sedangkan saudara perempuan dan ibunya masih berada di ruang tengah.
Baca Juga :
Ilustrasi menonton film kartun | amp.suara.com
Sebelumnya, bocah itu dan saudara perempuannya sedang asyik menonton acara kartun, dikatakan bahwa anak tersebut telah menonton televisi selama berjam-jam sebelum akhirnya sang ibu marah dan berakhir mematikan televisi. Merasa kecewa, bocah itu pun lantas naik ke latai atas.
Dia ingin menonton kartun, neneknya ingin menonton berita. Dia menjadi marah, jadi ibunya mematikan TV. Dia kemudian bunuh diri, ungkap polisi
Beberapa jam kemudian, saudara perempuannya menyusul bocah tersebut ke lantai atas karena tak kunjung turun. Betapa terkejutnya saat ia melihat saudara laki-lakinya telah gantung diri.
Saat saudari itu menghabiskan makanan dan naik ke atas, ia menemukan anak laki-laki itu gantung diri dengan menggunakan jilbab, ungkap Vishwanath, polisi Bubwewadi, seperti dikutip dari Hindustan Times.
Baca Juga :
Ilustrasi mayat anak kecil | jatim.tribunnews.com
Sebelum tewas pada Selasa (9/6/2020) pihak kerabat dan tetangga sudah berusaha untuk membawa korban ke klinik terdekat, namun sayangnya nyawa korban sudah tidak bisa tertolong.
Polisi juga mengatakan bahwa bocah tersebut sebelumnya pernah mengancam akan melakukan bunuh diri dengan alasan soal televisi juga. Namun digagalkan oleh tetangga yang saat itu mengetahui alasan tersebut.
Dia juga mengancam akan melakukan (bunuh diri) ini dua tahun yang lalu, menurut anggota keluarga dan tetangganya. Saat itu, televisi adalah alasannya, ucap Shinde.
Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Sasson guna dilakukannya autopsi. Pihak kepolisian telah membenarkan bahwa kematian bocah 13 tahun tersebut murni karena bunuh diri.
Ilustrasi anak dimarahi orang tua | muslimobsession.com
Bocah bunuh diri tinggalkan surat
Kasus bunuh diri oleh anak di bawah umur juga kerap terjadi sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh HAN (12) asal Temanggung, bocah SD itu nekat melakukan gantung diri dan meninggalkan surat wasiat.
Kasat Reskrim Polres Temanggung KP M. Alfan Armin pada Senin (7/10/2019) mengungkapkan bahwa setelah menjalani pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.
Sebelumnya, orang tua korban pertama kali menemukan anaknya menggantung di ruang gudang bagian belakang rumahnya pada Senin (7/10/2019). Ternyata sebelum gantung diri, korban sempat meninggalkan surat yang berbunyi “Yowes nek pancen bokde ora kenal karo aku tak ngendat alias mati nang buri omah, seko Pinjol” (Yasudah kalau bude tidak mengenal saya, saya mau gantung diri di belakang rumah, dari Pinjol).
Menurut informasi dari warga, korban tinggal bersama ayah, ibu tiri dan pamannya. Korban juga sempat imarahi oleh orang tuanya karena tidak pulang ke rumah di malam minggu sebelumnya.
Baca Juga :
Korban dikenal sebagai anak yang periang dan baik di masyarakat, warga sama sekali tidak melihat ada tanda-tanda masalah atau keanehan dalam keseharian korban sebelum bunuh diri.