[Cek Fakta] Viral Foto Anak Yatim Diikat Di Pohon dan Dipukul Hingga Tewas karena Mencuri Roti? Cek Faktanya

Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Viral Foto Anak Yatim Diikat Di Pohon dan Dipukul Hingga Tewas karena Mencuri Roti? Cek Faktanya

Wanda Indana • 07 Agustus 2020 09:34
Beredar sebuah foto yang memperlihatkan seorang anak diikat di sebuah pohon. Diklaim, anak yang terlihat dalam foto dipukul dan diikat oleh pemilik toko dan para warga hingga tewas karena telah mencuri roti di sebuah toko.
Akun Facebook Story Viral Awang membagikan foto tersebut pada 26 April 2020. Foto tersebut juga banyak diunggah akun Facebook lainnya hingga Agustus 2020.
Hingga kini, unggahan tersebut sudah mendapat banyak respons dari warganet terdiri dari 648 emotikon, 139 komentar, dan 181 kali dibagikan. Pemilik akun juga menambahkan keterangan pada unggahan fotonya bertuliskan sebagai berikut:
"Mencuri Roti karna sedang kelaparan,anak Yatim ini diikat dan dipukul pemilik tokoh dan para Warga Hingga Tewas"
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada foto bahwa seorang anak kecil diikat di sebuah pohon oleh pemilik toko dan para warga hingga tewas karena telah mencuri roti di sebuah toko adalah salah. Faktanya, bukan mencuri roti, anak kecil tersebut terpaksa mencuri ikan lele karena sang ibu sakit keras dan tak bisa bekerja mencari uang. Melalui reverse image, ditemukan foto identik pada artikel Suara.com berjudul "Curi Ikan karena Kelaparan, Bocah Yatim Diikat di Pohon" dimuat pada Sabtu, 10 Juni 2017. Pada artikel itu, dijelaskan seorang anak yatim pada foto disebut berinisial Ad. Dia kelaparan dan terpaksa mencuri dua ekor ikan lele. Ia tepergok lantas diperlakukan tak manusiawi oleh warga.
Foto tersebut viral sejak Selasa, 6 Juni 2017. Seorang bocah yang disebut berusia 10 tahun berkaus tim sepak bola terikat di sebuah pohon. Disebutkan si bocah adalah anak yatim dan hanya tinggal bersama sang ibu di pedalaman Kalimantan.
Masih dari sumber yang sama, akun Instagram @Faktagamapertama kali membagikan foto tersebut—mengutip pernyataan Ad bahwa dirinya terpaksa mencuri ikan lele di kolam milik M Syarif, sebab sang ibu sakit keras dan tak bisa bekerja mencari uang demi memenuhi kebutuhan mereka berdua. Sementara sang ayah sudah meninggal sejak Ad berusia 2 tahun.
Ad yang kelaparan berinisiatif mencari cara agar dirinya dan sang ibu bisa makan. Ia lantas mencuri dua ekor ikan lele di kolam Syarif. Namun, aksi Ad ternyata tepergok Syarif. Pemilik kolam itu sendiri mengakui selama ini kerapkali kehilangan ikan di kolamnya, sehingga ia menuduh Ad lah si pencuri. Syarif memukuli dan mengikat Ad di sebatang pohon. Ia mengklaim itu dilakukan agar Ad mendapat pelajaran sehingga tak lagi mencuri ikan.
Kesimpulan:
Klaim pada foto bahwa seorang anak kecil diikat di sebuah pohon oleh pemilik toko dan para warga hingga tewas karena telah mencuri roti di sebuah toko adalah salah.Faktanya, bukan mencuri roti, anak kecil tersebut terpaksa mencuri ikan lele di kolam milik M Syarif karena sang ibu sakit keras dan tak bisa bekerja mencari uang.
Informasi ini jenis hoaksFalse context(konteks keliru).False contextadalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Referensi:
https://www.suara.com/news/2017/06/10/193600/curi-ikan-karena-kelaparan-bocah-yatim-diikat-di-pohon
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel