Dedi Mulyadi Bertemu Anak SD yang Hobi Ngelem, Kisahnya Bikin Haru

Ada sejumlah anak usia Sekolah Dasar di stasiun Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat yang memiliki kebiasaan ngelem. Mereka sering nongkrong di stasiun lantaran sudah tidak sekolah. Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menemui mereka sebagai upaya untuk memulihkan anak-anak itu.
Menurut penjelasan Dedi, anak-anak itu bergaul di lingkungan yang salah sehingga kondisi psikologisnya harus dipulihkan. Ia menegaskan bahwa anak-anak itu tidak salah sebagai pribadi, tetapi lantaran pengaruh lingkungan di sekitarnya, seperti dikutip dari Antara (14/8).
Ada anak-anak yang masih sekolah di salah satu Sekolah Dasar, tapi punya kebiasaan buruk, memarahi ibunya dan ngelem," jelas Dedi dalam sambungan telepon, Jumat.
Dedi mengunggah video pertemuannya dengan anak-anak di stasiun daerah Purwakarta itu di akun Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel. Pertama, Ia menemukan seorang bocah yang tubuhnya kotor, berpakaian kumal, dan rambutnya dicat pirang.
Bocah yang diketahui kelas 1 SD itu usai menghirup bau lem aibon atau ngelem sehingga matanya tampak sayu. Dedi menghampiri dan mengajak bocah itu berbincang.
Keduanya kemudian berbincang di sebuah bangku stasiun. Tak berselang lama, ibu sang bocah akhirnya bergabung dalam pembicaraan itu. Diketahui, ibu bocah tersebut kerja serabutan.
Dalam perbincangan itu, Dedi memberikan dua pilihan kepada bocah tersebut.
"Mau nakal tapi diangkut mobil atau mau baik dan sekolah?," tanya Dedi.
Bocah itu pun menjawab mau baik dan ingin sekolah. Dedi kemudian membawa bocah dan ibunya itu ke satu toko. Di toko itu, Dedi membelikan sejumlah barang.
Di tempat yang sama Dedi menemukan bocah lain. Bocah ini mengaku hanya bersekolah sampai kelas 4 SD. Sama seperti bocah pertama, bocah ini juga kedapatan usai ngelem. Matanya tampak sayu dan tubuhnya dekil.
Rupanya, bocah ini sering meminta uang ke sejumlah orang. Mendengar hal itu, Dedi pun mengajaknya untuk kembali bersekolah. Di saat bersamaan, Dedi menyuruh bocah itu untuk menyapu di sekitar stasiun yang nanti akan digaji sehingga tidak minta-minta uang lagi. Dedi membekali sejumlah uang untuk modal usaha bocah ini.
Selain itu, mantan Bupati Purwakarta itu juga berjanji akan mendatangkan psikolog untuk menata hati dan pikiran kedua bocah yang ia temui.