Dedi Mulyadi Takjub Sikap Nenek Kinah, Dibacok Anaknya Tak Marah Malah Susui Bayi Sang Pambacok

Peristiwa tragis terjadi di Desa Karya Mekar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, pada Rabu (12/8/2020).
Nenek Kinah (70) dibacok di bagian leher, paha, dan jari tangannya oleh Dedi anak kandungnya sendiri, seorang pria yang sudah lima tahun ini menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Nenek Kinah mempunyai empat orang anak.
Kasus ini bermula saat Nenek Kinah dengan saudaranya tengah membicarakan nasib anak bungsu perempuannya yang status pernikahannya tak jelas.
Dicerai tidak tapi dinafkahi oleh suaminya juga tidak, alias menggantung. Sebagai seorang ibu, ia meratapi nasib anak bungsunya itu.
Namun belum selesai membicarakan soal itu, tiba-tiba Dedi (anak ketiganya) menerjang sambil membawa golok lalu menebas leher Nenek Kinah.
Kaget bukan kepalang, Nenek Kinah berupaya menahan serangan hingga jarinya pun terkena sabetan golok. Pahanya juga tak luput terkena serangan golok. Serangan membabi-buta itu akhirnya dapat dihentikan oleh saudara dan para tetangga.
Belakangan diketahui anak lelakinya itu tega menganiaya ibu kandungnya karena mengira sang ibu dan saudaranya tengah membicarakan dirinya.
Status pernikahan Dedi ini juga tidak jelas. Karena Dedi mengalami gangguan jiwa, istrinya malah sudah diambil oleh orangtuanya.
Namun dua anaknya kini diurus oleh Nenek Kinah. Anak pertama kelas 1 SD dan anak kedua bayi berusia 6 bulan.
Peristiwa tragis ini pun terdengar oleh anggota DPR RI Dedi Mulyadi.
Mantan bupati Purwakarta itu pada Jumat (14/8/2020) malam, mendatangi kediaman Nenek Kinah.
Begitu masuk ke rumah kecil itu, Dedi Mulyadi termenung melihat Nenek Kinah yang luka-lukanya belum kering itu tengah terbaring di lantai sambil memegang dot menyusui bayi yang ternyata adalah cucunya, anak Dedi yang membacok tubuhnya.
Dedi Mulyadi pun takjub menyaksikan peritiwa itu. Tak ada amarah dan dendam pada diri Nenek Kinah, meski dianiaya oleh anak kandungnya sendiri.
Meski tengah terluka, Nenek Kinah tetap telaten mengurus sang cucu, anaknya Dedi yang membacok lehernya.
"Saya kagum dan takjub kepada Nenek Kinah. Tak ada amarah, tak ada dendam. Dia menerima kenyataan ini dengan ikhlas. Dia secara telaten tetap merawat cucunya, padahal anaknya sudah menganiayanya," kata Dedi Mulyadi melalui ponselnya, Sabtu (15/8/2020).
Begitu serangan golok itu berakhir, Nenek Kinah langsung dibawa ke rumah sakit dan sekarang dalam perawatan di rumahnya sendiri.
Ada pun Dedi sang pambacok dikirim kembali ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua untuk dirawat.
Saat menjenguk Nenek Kinah, Dedi Mulyadi pun sempat menyerahkan sejumlah bantuan. Dedi Mulyadi malah siap menanggung biaya hidup Nenek Kinah yang masih terbaring lemah itu.