Dianiaya Ibu dan Kekasihnya, Bocah 6 Tahun Alami Patah Tulang: Perut Saya Diinjak sampai Sakit

Bocah enam tahun ini mungkin tidak akan menyangka akan mengalami kekerasan dari ibu kandung dan kekasih ibunya. Sabtu (22/8), keduanya nekat melakukan penganiayaan terhadap sang bocah, hingga mengalami patah tulang di tangan kirinya dan lebam hingga di sekujur tubuh.
“Wajah saya dipukul oleh ayah, badan bagian belakang saya ditendang, perut dan tangan tadi diinjak mama,” pengakuan korban sambil menahan sakit, Senin (24/8) dikutip dari Pojoksatu.
Bahkan korban mengaku pernah diinjak ibu kandungnya di bagian perut hingga korban mengalami kesulitan makan. Hal ini disampaikan oleh seorang warga.
“Saat diberi makan, korban sempat menolak dan mengaku sakit di bagian perut akibat diinjak oleh ibu kandungnya,” jelas Sri Hartini.
Usai mendapatkan penanganan dari pihak dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani, saat ini anak berumur 6 tahun yang menjadi korban penganiayaan sudah dibolehkan pulang oleh pihak dokter, dan rencananya akan dirujuk ke rumah sakit Palangkaraya pada hari ini didampingi oleh pihak keluarga dan kepolisian.
“Alhamdulillah, saat ini korban sudah berada di rumah. Perkembangan kondisi terkini sudah mau makan dan minum obat, karena sebelumnya korban menolak untuk makan. Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi di Kabupaten Kotim,” terang Maya, salah satu anggota LSM Lentera Kartini yang ikut menangani korban.
Pelaku adalah Yati yang tega membuang puterinya berusia 6 tahun inisial L, kini telah ditangkap pihak kepolisian di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
“Kita dapat informasi kalau tersangka kabur ke arah Palangkaraya, kasat Reskrim langsung kontak Resmob Polda di Palangka sama lalu lintas untuk mengadakan pencarian yang bersangkutan dengan ciri-ciri yang sudah kita kantongi, Alhamdulillah ketangkep,” ujar Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin saat dihubungi, Senin (24/8).
Kata Harris Jakin, ibu kandung korban saat ini sedang dilakukan penjemputan ke Palangkaraya.
Namun terkait dengan latar belakang kenapa Ibu kandung ini tega meninggalkan anaknya sebatang kara dengan tubuh penuh luka-luka di jalan, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Haris mengatakan, pihaknya memiliki atensi terhadap kasus penganiayaan bocah perempuan yang ditinggalkan oleh ibu kandungnya, karena sudah viral di media sosial.(dhe/pojoksatu/ima)
  • Hasil Tracking Pasutri Dokter di Brebes, Dua Orang Positif Covid-19.