Dihuni Gadis-gadis Cantik, Desa 'Haus Suami' ini Dihuni 600 Wanita Kesepian: Tak Pernah Dicium Pria

Desa Noiva do Cordeiro di Brasil merupakan desa yang dipenuhi dengan gadis-gadis cantik, muda sekaligus kaya serta mandiri.
Wanita-wanita muda di sana memiliki lahan pertanian dan peternakan yang cukup luas.
Namun, perempuan-perempan di negeri Samba tersebut kesulitan untuk mendapatkan suami.
Sebab itu desa nan indah ini dijuluki desa haus suami.
Pendiri kota Noiva do Cordeiro adalah Maria Senhorinha de Lima.
Setelah diusir dari rumahnya karena meninggalkan suaminya, yang dipaksakan oleh orang tuanya, Maria memutuskan untuk mencari tanah baru untuk ditinggali.
Dari sana, desa didirikan untuk menyambut perempuan yang dijauhi, ibu tunggal, atau perempuan yang kurang beruntung.
Di Noiva do Cordeiro, penduduknya hampir secara eksklusif adalah feminis.
Perempuan mengurus semua aspek kehidupan mulai dari bertani hingga konstruksi, perencanaan, hingga ritual agama.
Bersama-sama mereka membangun kota yang berkembang pesat tanpa laki-laki.
Kaum perempuan warga Desa Noiva do Cordeiro mengurus sendiri segala kebutuhan mereka, termasuk bercocok tanam.
Tentu saja ada beberapa pria yang tinggal di sini, tetapi sangat sedikit, yang tidak melakukan pekerjaan penting.
Beberapa adalah suami tetapi hanya muncul di rumah beberapa kali dalam setahun.
Karena kurangnya pria di desa itulah, para perempuan di Noiva do Cordeiro selalu merindukan seorang suami.
Seorang gadis bernama Nelma Fernandes mengaku: "Di sini, gadis-gadis kami hanya bertemu pria atau kerabat yang sudah menikah, hampir semua orang bersaudara. Sudah lama sekali. Saya tidak tahu apa itu ciuman pria."
Nelma melanjutkan: "Kami semua ingin mencintai dan menikahi pria tertentu. Tapi kami hanya ingin tinggal di kota yang damai ini dan tidak ingin pergi dari sini untuk mencari seorang suami."
Setelah informasi tentang kota "haus suami" ini diposting di media, banyak pria mencoba peruntungan dengan mendatangi desa tersebut.
Alih-alih menemukan jodoh, kebanyakan pria ini justru memilih mundur teratur ketika mengetahui bahwa para perempuan di desa tersebut menerapkan konsep kesetaraan gender di semua aspek, termasuk dalam mengurus rumah sehari-hari.
Perempuan muda Noiva do Cordeiro terbiasa mengemudikan sendiri traktor pertanian.
Mereka juga mengurus anak, menyapu, hingga mencuci piring ternyata masih asing bagi sebagian pria di Brasil.
Dihuni 600 wanita
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, lebih dari 600 wanita tinggal di kota itu dan sebagian besar dari mereka berusia 20 hingga 35 tahun.
Beberapa wanita Noiva de Cordeiro sudah menikah dan memiliki keluarga, namun suami mereka harus bekerja jauh dari rumah dan hanya diperbolehkan kembali di akhir pekan.
Begitu pula dengan setiap anak laki-laki yang sudah berusia di atas 18 tahun.
Alhasil, para wanita tersebut memiliki kekuasaan terhadap aturan yang berlaku di Noiva de Cordeiro.
Para wanita itu bertanggung jawab untuk segala aspek kehidupan, mulai dari pertanian, perencanaan kota, bahkan acara keagamaan.
Dan para penduduk setempat mengatakan bahwa hal tersebut membuat kotanya jadi jauh lebih baik.
"Sewaktu masalah atau perselisihan timbul, kami mnegatasinya dengan cara wanita, berupaya mencari kesepakatan ketimbang konflik," tambahnya.
Rosalee menjelaskan bahwa para penduduk wanita di sana berbagi segalanya, bahkan tanah tempat mereka bekerja.
Ia juga mengatakan bahwa tidak ada persaingan apapun di kota itu.
"Semua untuk satu, dan satu untuk semua," kata Rosalee.
Meski demikian, salah seorang penduduk bernama Nelma Fernandes mengaku bahwa mencari pasangan di kota tersebut cukuplah sulit.
"Kebanyakan pria yang kami temui di sini sudah menikah atau memiliki hubungan darah, semuanya adalah sepupu," katanya.
Namun, Nelma mengatakan bahwa senang tinggal di kota itu dan tidak ingin meninggalkan kota tersebut jika untuk mencari pasangan.