Gara-gara Ayahnya Seorang Perokok Berat, Bayi Malang Ini Sampai Mengidap Penyakit Kronis, Begini Curhat Pilu Sang Ibu:

Bayi malang ini harus menjalani perawatan di rumah sakit dengan bantuan selang untuk pernapasannya.
Lantaran, bayi bernama Ainaa ini menderita bronkopneumonia dan infeksi paru-paru di usianya yang masih sangat belia.
Ainaa mengidap penyakit tersebut karena ayahnya adalah seorang perokok.
Kisah pilu ini dibagikan oleh sang ibu, Destriana di Facebooknya dan langsung viral.
Sang ibu menceritakan bahwa sang anak yang masih bayi itu harus menderita penyakit tersebut karena ayahnya merokokm meskipun tak langsung menghirup asapnya.
"Awalnya saya fikir, ah aman aman aja tuh ayahnya ngerokok di luar yang penting asapnya ga masuk ke dalem...
But in fact, is BIG NO ...!!!
Merokok itu penyakit, candu, ga cuma mematikan si perokok, tapi juga orang-orang di sekitarnya termasuk yang kamu sayang.
Racun dari asap itu bertahan dan mengendap di rambut, di baju, di kulit si perokok," jelasnya di Facebook.
Belajar dari kasus yang menimpa bayi Ainaa, ada baiknya kita lebih mengenal penyakit bronkopneumonia ini.
Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis penyakit saluran pernapasan yang rentan menyerang bayi.
Penyakit ini juga kerap mengancam nyawa bayi bahkan yang baru lahir sekalipun.
Menyadur Healthline, bronkopneumonia atau pneumonia lobular adalah jenis pneumonia yang juga menyebabkan peradangan pada bronkus.
Ini merupakan saluran udara yang memberi makan udara ke paru-paru.
Seseorang dengan bronkopneumonia kemungkinan akan mengalami kesulitan bernapas karena saluran udara mereka menyempit.
Karena peradangan, paru-paru mereka mungkin tidak mendapatkan cukup udara.
Kondisi ini disebabkan oleh bakteri streptokokus pneumonia dan umumnya dialami oleh bayi dan anak-anak.
Bronkopneumonia dan berbagai jenis infeksi pneumonia lainnya memang tak bisa dianggap sepele.
Diwartakan oleh IDAI, berdasarkan data Badan PBB untuk Anak – Anak (Unicef), pada 2015 terdapat kurang lebih 14 persen dari 147.000 anak dibawah 5 tahun di Indonesia meninggal karena pneumonia.
Gejala paling umum jika anak mengalami kondisi ini adalah sesak napas atau napas yang terlihat tidak normal seperti menimbulkan bunyi.
Anak-anak dan bayi dapat menunjukkan gejala yang berbeda.
Sementara batuk adalah gejala paling umum pada bayi, mereka juga kemungkinan mengalami:
1. detak jantung yang cepat
2. kadar oksigen darah rendah
3. penarikan otot-otot dada
4. lekas marah
5. penurunan minat makan, makan, atau minum
6. demam
7. sulit tidur
Menurut Dr. Nastisi Kaswandani, Sp.A(K) seperti, berbagai jenis pneumonia dapat dicegah dengan berbagai cara.
Salah satunya adalah menyediakan lingkungan hidup yang sehat bagi balita, yaitu nutrisi yang cukup, ASI eksklusif sampai bayi usia 6 bulan, dan udara pernafasan yang terbebas dari polusi (asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik).
Pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan kejadian pneumonia pada balita sebesar 20 persen.
Pencegahan bayi dari sakit karena pneumonia terutama dilakukan dengan memberikan imunisasi lengkap.
Beberapa jenis yang terkait pneumonia, dapat menurunkan kejadiannya sebesar 50 persen.