Kisah Mbah Diyono, Tinggal di Kandang Bersama Kambing-kambingnya Selama 20 Tahun

Ada orang yang hidupnya miskin, ada pula yang hidup berkecukupan, ada pula orang yang hidup dengan harta yang melimpah. Tapi seperti apapun hidupnya, tiap orang berhak untuk merasakan kebahagiaan.
Mbah Diyono merupakan seorang pria yang tinggal di Desa Senden, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Di desanya, dia adalah seorang warga yang hidupnya terkucilkan.
Bahkan, dia tidak memiliki harta benda maupun rumah. Sebagai tempat bernaung, dia tinggal di sebuah kandang bersama 10 ekor kambing miliknya
Mbah Diyono sudah 20 tahun tinggal di kandang kambing. Di sana, ia tinggal bersama 10 ekor kambing piaraannya.
Sehari-hari, ia hidup bersama para kambing itu, bahkan makan dan minum pun ia lakukan bersama mereka. Ironisnya, tidak ada perhatian dari warga setempat. Dia dikatakan gila, tidak normal, tertutup, dan sebagainya.
Dulunya, Mbah Diyono sebenarnya sempat mempunyai 10 bebek. Namun, lama-kelamaan bebeknya habis. Pada akhirnya, bebeknya hanya tersisa satu dan ia jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Siapa yang habisin bebeknya?” tanya Hetty Diah Erwiany, istri Kasad Andika Perkasa saat datang berkunjung ke kediaman Mbah Diyono.
“Saya sakit, bebeknya juga sakit,” jawab Mbah Diyono.
Karena hidup sendiri, Mbah Diyono merawat kambing seperti merawat anaknya sendiri. Sehari-hari sepuluh ekor kambingnya itu ia beri minum susu. Dulunya, dia sempat mengalami gangguan psikis. Karena itulah dia sering diejek oleh para tetangganya.
“Siapa yang ngejek mbah?” tanya Hetty.
“Yaa, kanan kiri,” jawab Mbah Diyono.
Kehidupan Mbah Diyono yang memprihatinkan membuat Komunitas Sandal Jepit Bareng, sebuah komunitas di Magelang, untuk membantunya. Pada awalnya para relawan komunitas itu sedang membagi-bagikan donasi.
Mereka kemudian terkejut mendapati rumah Mbah Diyono yang mirip kandang kambing. Oleh karena itulah mereka berniat untuk membangunkan rumah buat Mbah Diyono.
Dalam menjalankan misi mulianya, komunitas itu mendapat dukungan dari TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Bahkan Istri KASAD Andika Perkasa, Hetty Diah Erwiani ikut membantu dalam pembangunan rumah itu.
“Meski sebenarnya memiliki tim bedah rumah, tapi kami tetap menggandeng aparat TNI serta Polri serta warga setempat. Alhamdulillah semua mau bersatu padu membangun rumah dan akhirnya cepat selesai,” kata Koordinator Komunitas Sandal Jepit Bareng, Budi Irawanto dikutip dari Magelangkab