Kisah Pemulung di Sikka: Tinggal di Gubuk dan Rawat Anak yang Gangguan Jiwa

MAUMERE - Kisah hidup pasangan suami istri (Pasutri) Yakob Neno Bana (53) dan Maria Modesta (50) sungguh sangat memprihatikan.
Untuk menghidupi anak-anaknya dan kebutuhan mereka bertahan hidup, keduanya bekerja sebagai pemulung dan terpaksa tinggal secara "nomaden" dengan berpindah dari satu rumah dinas bekas ke rumah dinas bekas lainnya.
Dua tahun terakhir ini, pasangan suami istri tersebut tinggal di sebuah gubuk reyot tepat di belakang jejeran kantor pemerintahan di antaranya, Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Disperindag Kabupaten Sikka, Kantor DPRD Kabupaten Sikka, DPMD Kabupaten Sikka di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, dan jaraknya tak jauh dari Kantor Bupati Sikka.
Di atas tanah milik Pemerintah Kabupaten Sikka, pasutri ini tinggal di sebuah gubuk reyot, tanpa penerangan listrik dan tidak ada akses air bersih.
Sebulan terakhir, salah seorang anak yang bernama Boy menjadi mengalami gangguan jiwa. Beban hidup pasutri ini semakin berat karena harus pula mengurusi anaknya yang ODGJ.
Ditemui florespedia di rumah reyotnya yang berada di belakang perkantoran pemerintahan pada Kamis (13/8), Maria Modesta mengisahkan bahwa awal mula Boy mulai mengalami gangguan jiwa karena permasalahan percintaan yang dialami Boy.
"Dia alami steres berat karena masalah percintaan akhirnya jadi seperti itu. Dia sempat lari sampai ke kampung Dondo katanya mau jalan-jalan tapi sampai dua minggu. Kami juga dapat kabar kalau di sana juga dia sempat dipukul jadi kami ke sana jemput dia," tutur Maria Modesta.
Karena takut kondisi Boy dan kadang membuka semua pakaian, Boy terpaksa diikat di bawah sebuah pohon di sebuah kali mati yang letaknya tak jauh dari gubuk reyot Maria Modesta dan Yakob Neno Baba.
"Sempat mama angkatnya datang bawa dia lagi ke rumahnya tapi karena kondisinya tidak ada perubahan diantar lagi ke sini dan kami sudah tidak pasung dia lagi. Sekarang kami lepas saja tapi tetap perhatikan dia. Takutnya dia buat aneh-aneh," ujar Maria Modesta.
Romandus Ray Boy yang saat ini berusia 17 tahun ketika ditemui florespedia pada Kamis (13/8/2020) tampak seperti orang normal. Namun sesekali tampak Boy bicara sendirian.
Sementara itu, Maria Modesta juga mengaku, pihak Komunitas Kasih Insani (KKI) Cabang Maumere sudah mendatangi rumah Maria Modesta dan melihat langsung kondisi Boy.
Selain harus mengurusi anaknya yang saat ini sedang mengalami gangguan jiwa, Maria Modesta juga harus mengurusi sang suami yang sedang sakit-sakitan. Rencananya, Boy akan dibuatkan rumah aman sehingga proses pemulihan Boy dapat ditangani secara maksimal.
Pantauan media ini, masih banyak ODGJ yang berkeliaran di Kota Maumere. Harapan masyarakat Kabupaten Sikka tentunya Pemerintah Kabupaten Sikka memperhatikan nasib para ODGJ yang saat ini sedang berkeliaran di jalanan.
Kontributor : Albert Aquinaldo