Kisah Perjuangan Bocah SD Jalan Kaki 6 Jam demi Sekolah Setiap Hari

Marianta, murid kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Bunutan, Karangsem, Bali, menghebohkan jagat dunia maya belakangan ini. Bocah tersebut dikabarkan harus bersusah payah menuju sekolahnya setiap hari dengan berjalan kaki. Bahkan, ia harus menempuh perjalanan selama 6 jam demi menuntut ilmu.
Kisah Marianta pun menggema di media sosial Facebook yang kemudian diunggah oleh akun Atap Nusantara pada, Selasa (11/8). Akun tersebut menceritakan bahwa seorang bocah laki-laki tak pernah patah arang meski harus berjalan kaki selama 6 jam ke sekolah setiap hari.
"Demi ujian pemantapan besok, Marianta ke sekolah hari ini dengan bekal jagung," tulisnya.
Bersama dengan kedua temannya, Marianta tampak memikul bekal berupa jagung demi asupan makanan selama di perjalanan. Di samping itu, demi bisa mengikuti ujian, ia dan dua orang temannya terpaksa berangkat sebelum hari ujian.
Diketahui, Marianta bertempat tinggal di daerah pelosok di Desa Bunutan. Selain itu, dengan tidak adanya kendaraan, ia pun selalu jalan kaki menuju sekolahnya yang biasanya ditempuh selama 6 jam.
Bahkan, jika menghadapi ujian, mereka harus menumpang di rumah rumah teman yang berada di dekat sekolah. Tidak ada kata menyerah bagi tiga orang bocah ini. Demi menuntut ilmu, Marianta dan dua orang temannya melakukan segala cara agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu.
Akan tetapi, jarak rumah yang terbilang sangat jauh kerap membuat mereka terlambat ke sekolah. Namun, perjuangan Marianta dan teman-temannya yang selalu menempuh perjalanan 6 jam demi bisa sekolah sangatlah luar biasa.
Tak hanya itu saja, Marianta selalu membawa bekal makanan berupa jagung yang nantinya akan ia masak saat menumpang di rumah temannya. Menyandang tas sembari memikul dua buah kantong kresek merupakan hal yang selalu dibawa oleh Marianta saat menempuh perjalanan menuju sekolahnya.
Tak ayal, kisah Marianta dan dua orang temannya tersebut mendapat pujian dari warganet. Bahkan, mereka mendoakan bocah itu agar sukses meski kini tengah bersusah payah menuntut ilmu dengan harus berjalan kaki selama 6 jam menuju sekolahnya.
Setelah ditelusuri, kisah perjuangan bocah kelas 6 SD tersebut merupakan peristiwa yang terjadi pada April 2019 lalu. Pada saat itu, Marianta dan kedua orang temannya harus berjibaku melewati heningnya hutan selama 6 jam demi bisa mengikuti ujian pemantapan di sekolahnya.
"Jangan menyerah dik, kuatkan dirimu semoga Tuhan membuka jalan untukmu. Semoga berhasil mengejar prestasi yang adik cari," ucap Agus
"Semoga kelak kau berhasil nak, daerah Bunutan dulu saya sering lewat pas mau daftar TNI 15 tahun yang lalu," lanjut SA Hutahaean.
"Semangat nak, suatu saat nanti kau akan menikmati hasil dari usahamu. Kesuksesan menantimu, jangan pernah menyerah," timpal Ari Yani. (fre)