Kisah Pilu Gadis Cilik, Hamil di Usia 10 Tahun, Ditentang Massa, Sampai Panggil Polisi untuk Ini

Seorang gadis berusia 10 tahun terpaksa harus hamil di usia muda karena diperkosa pamannya.
Gadis cilik tersebut terpaksa menjalani prosedur menggugurkan kehamilan di sebuah rumah sakit.
Namun, saat hendak menjalani aborsi, datang Sekelompok demonstran dan langsung menyerbu sebuah rumah sakit di Brasil.
Diketahui, hal itu dilakukan para demonstran untuk menghentikan aborsi dari gadis 10 tahun yang hamil akibat diperkosa pamannya tersebut.
Gadis cilik dari Sao Mateus di Negara Bagian Espirito Santo itu dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh sakit perut.
Dia kemudian diberitahu bahwa ia hamil, dan mengaku ke staf medis bahwa pamannya diduga telah memperkosanya sejak usia 6 tahun.
Anak itu menambahkan, dia tidah pernah melaporkannya ke pihak berwenang karena diancam oleh pamannya, menurut situs berita Brasil G1 yang dikutip Daily Mail Rabu (19/8/2020).
Pamannya yang berusia 33 tahun didakwa telah melakukan pemerkosaan dan sekarang statusnya buron.
Sementara itu korban yang berusia 10 tahun menjalani prosedur menggugurkan kehamilan di sebuah rumah sakit Negara Bagian Pernambuco.
Namun tindakannya ditentang oleh massa yang berkumpul di luar, dan coba masuk untuk menghentikan aborsi.
Polisi Militer kemudian dipanggil untuk melindungi pasien muda itu, setelah ekstremis sayap kanan Sara Giromini dilaporkan membocorkan nama gadis itu dan nama rumah sakitnya, dalam video yang diunggahnya ke media sosial.
Videonya kemudian dihapus Facebook dengan keterangan "Video yang dipermasalahkan telah dihapus karena melanggar kebijakan kami dengan menghadirkan potensi bahaya bagi orang-orang di dunia offline secara terkoordninasi".
Para pengunjuk rasa yang terkait dengan kelompok-kelompok agama itu, dikatakan berusaha mencegah direktur rumah sakit memasuki gedung.
Sebuah kelompok yang sebagian besar terdiri dari wanita lalu berdiri di luar klinik untuk melindungi gadis cilik itu dari pengunjuk rasa.
Menurut keterangan rumah sakit, kondisi pasien baik-baik saja.
Departemen Kesehatan Pernambuco mengatakan, prosedur tersebut dilakukan dengan izin yudisial dan "semua parameter hukum dipatuhi dengan ketat".
Kantor Kejaksaan Anak dan Pemuda Sao Mateus lalu menggelar penyelidikan, apakah kelompok-kelompok agama itu juga menekan keluarga korban untuk tidak melakukan aborsi, setelah menganalisis rekaman suara yang dikirim ke mereka