Memilukan, Karena Kelaparan Bocah 4 Tahun Sempat Makan Tisu Toilet Selalu Disiksa Ibu Tiri

Seorang bocah berusia empat tahun dari China baru-baru ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah dianiaya oleh ibu tirinya hingga mengalami luka kritis.
Melansir dari China Press, kejadian sadis itu terjadi di Provinsi Heilongjiang.
Ayah kandungnya dikatakan telah menikah lagi dan gadis itu harus tinggal bersama ibu tiri.
Berita itu viral setelah beredar fotonya yang memprihatinkan di platform media sosial China, Weibo.
Anak itu memiliki bekas luka mengerikan di seluruh wajah dan tubuhnya.
Ketika dia dilarikan ke rumah sakit, penyelidikan awal menunjukkan bahwa anak itu mengalami pembengkakan di wajahnya.
Selain itu, dikatakan bahwa ibu tirinya telah menggunakan gunting untuk memotong bibir gadis muda itu.
Gadis itu juga memiliki memar di seluruh dahinya.
Sayangnya penyiksaan bukan hanya sampoai di situ saja.
Gadis itu juga ditemukan kelaparan, bahkan dia telah mencoba makan kertas toilet karena putus asa.
Menurut Sanli News, gadis kecil itu dirawat di ruang perawatan intensif dan harus menjalani operasi untuk luka-lukanya.
Staf rumah sakit juga memberi tahu polisi setelah menerima gadis kecil di bawah perawatan mereka.
Ibu tirinya yang kejam pun kini telah ditangkap.
Epoch Times melaporkan bahwa ibu kandung gadis itu telah kehilangan hak asuh atas putrinya pada tahun 2018 setelah melalui perceraian dengan suaminya.
Meskipun berusaha memperjuangkan hak asuh atas putrinya sendiri, ia gagal dan putrinya seharusnya hidup bersama orangtua suaminya.
Namun menjelang akhir Desember 2019, putrinya secara tak terduga dipindahkan bersama ayah kandung dan ibu tirinya.
Tidak dapat mengunjunginya karena epidemi Covid-19 di China awal tahun ini, ibu kandungnya tidak memiliki kabar tentang apa yang terjadi pada putrinya sampai baru-baru ini kaget setelah tahu kondisinya.
"Satu-satunya pikiranku sekarang adalah fokus pada perawatan medis putriku."
"Aku tidak ingin putriku terluka lagi, aku akan berjuang untuk mendapatkan hak asuh."
"Mereka yang menyakiti putriku harus bertanggung jawab," dia berkata.
Dilaporkan bahwa ibu tiri gadis itu telah ditahan di Pusat Penahanan Kota Jiamusi pada malam 27 April 2020 setelah mengakui perbuatan kejamnya.