Ponidi, Penjual Papeda yang Tak Pernah Berhenti Sedekah

Ponidi, 65 tahun, sudah sebulan tak bisa mencari nafkah. Gerobak tempat berdagang jajanan papeda, jajanan berbahan sagu, rusak.
Saat sebelum gerobaknya rusak, Ponidi berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain di Palembang untuk jualan papeda. Aktivitas tersebut berhenti total setelah gerobaknya tidak bisa lagi digunakan.
Pernah terpikir dan mencoba berjualan di rumah. Sayangnya, Ponidi harus merugi karena dagangannya tidak laku.
Ponidi sudah lama ingin mengganti gerobak tuanya. Setiap kali melintas di depan bengkel las, Ponidi berharap gerobaknya yang terbuat dari kayu berganti dari besi.