Potret Haru Mbah Giyem Mencari Rupiah di Pinggir Jalan, Tumpukan Bata Jadi Tungku

Sudah selayaknya usia senja merupakan waktu yang tepat bagi seseorang untuk menikmati masa tuanya bersama keluarga di rumah. Namun, tidak dengan sosok wanita paruh baya yang satu ini. Mbah Giyem merupakan wanita tangguh yang tetap berdagang meski dirinya kini tak muda lagi.
Berbekal tungku batu bata dan perlengkapan memasak sederhana, ia pun diketahui berjualan serabi di sekitar jalanan Kota Solo pada malam hari. Tak dibantu sanak saudaranya sama sekali, Mbah Giyem pun tetap melanjutkan perjuangan hidupnya untuk mencari nafkah seorang diri.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Mbah Giyem diketahui berjualan serabi di seputaran Jalan Solo – Sukoharjo. Tak mematok harga yang tinggi, untuk setiap serabi yang ia buat pun diketahui hanya diberi harga Rp2 ribu.
Setiap hari, Mbah Giyem berjualan di pinggir jalan selama lebih dari dua jam. Angin malam pun tak pernah ia hiraukan demi sesuap nasi dari uangnya berjualan kue serabi.
Ia tak menggunakan pakaian hangat ataupun ditemani sanak saudaranya. Berbalut kain jarik dan kebaya tradisional, tubuh Mbah Giyem yang termakan usia pun nampak lelah. Meskipun begitu, semangatnya untuk mencari nafkah nampak selalu ada di dada wanita paruh baya itu