Tak Punya HP, Nenek 70 Tahun Ini Susuri Hutan Demi Ambil Tugas Sekolah Cucunya, Jalan Kaki!

Kisah nenek Suratinem (70) dari daerah Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta viral di media sosial instagram.
Nenek Suratinem rela menyusuri hutan sejauh 3 kilometer dengan berjalan kaki demi mengambil tugas sekolah cucunya, Devi Novianti yang baru berusia 10 tahun.
Hal tersebut dilakukan oleh Suratinem karena dirinya dan sang cucu tidak memiliki handphone.
Kisah nenek Suratinem, rela berjalan kaki susuri hutan demi ambil tugas sekolah cucunya (Instagram @suarasemangat)
Di usianya yang tidak mudah lagi, Suratinem masih terus berjuang menyekolahkan cucunya Devi Novianti, agar dapat mewujudkan cita-cita sang cucu yang sangat ingin menjadi seorang dokter.
Cucu Suratinem, Devi merupakan seorang anak yang ditinggal meninggal oleh ibunya sewaktu dirinya masih kecil.
Sedangkan ayah Devi diketahui bekerja di daerah Cianjur, menghilang tak ada kabar.
Seperti yang dikutip dari akun instagram @suarasemangat, suratinem menceritakan bahwasanya ibu dari cucunya tersebut telah meninggal, dan ayahnya tidak perna ada kabar.
“Ibunya sudah meninggal saat Devi masih sekolah TK, sementara ayah bekerja di Cianjur dan tak pernah lagi menjenguknya apalagi mengurusnya karena sulit dihubungi sejak ibunya meninggal,” ujar Suratinem, Jumat (14/8/2020).
Suratinem hanya tinggal berdua dengan cucunya yang masih berusia 10 tahun tersebut, dirumah yang sangat sederhana.
Mereka tinggal dirumah yang berdindingkan bilik bambu dan beralaskan tanah, sangat jauh dari kesan mewah.
Akibat adanya pandemi covid-19, sekolah tempat sang cucu menimbah ilmu melakukan sistem belajar dengan cara virtual atau daring.
Karena tidak memiliki handphone, Devi menjadi kesulitan mengikuti mata pelajrannya. Suratinem pun terpaksa meminjam HP tetangganya, bahkan dia rela berjalan kaki dan menyusuri hutan untuk mengambil tugas cucunya di sekolah.
“Kalau HP saya pinjam sama tetangga, tapi jika ada tugas terpaksa ambil di sekolah dan jalan kaki sejauh 3 Km,” jelas Suratinem.
Saat ini, Devi saat ini merupakan siswi kelas 4 di SD Negeri Jetis, Jalan Turusan, Kapanewon, Girimulyo, Kulonprogo yang berjarak 3 kilometer dari rumahnya.
Untuk sampai ke sekolahnya, Devi harus berangkat lebih pagi, karena harus berjalan kaki sekitar 1 jam melewati jalan desa yang kini sudah rusak.
Sedangkan untuk makan sehari-hari, Suratinem mengaku diberi tetangganya.
“Untuk makan ya dikasih tetangga, enngak punya yang dijual. Bapaknya Devi di Cianjur dan ngak pernah datang sejak kecil,” katanya.
Cerita tentang nenek Suratinem dan Devi ini pun diunggah oleh akun instagram @suarasemangat, Sabtu (15/8/2020).
unggahan tersebutpu ramai mendapat komentar dari warga net, yang merasa ibah karena kisah tersebut.
Tidak sedikit dari mereka yang meminta pemerintah untuk turun tangan dengan permasalahan seperti ini.
@yuliantii1108 "Pemerintah tolonglah dipikirkan yg seperti ini, dan blm tentu jg semua orangtua itu mampu. Tidak sedikit bnyak ortu jg yg msh buta huruf bagaimana bisa mereka ajarkan anaknya dirmh sedangkan mereka jg pny keterbatasan"
@arisuryamaulana28 "Harusnya sih gurunya yg datang ke tempat si anak didiknya kasihan neneknya yg udah tua, semoga sehat selalu neneknya"
@idedstwn97 "Sehat terus ne semoga semoga semuanya terkabul amiin"
@hasanmuhammad93 "Ada ga wacana pemerintah beliin hp android bagi siswa yang membutuhkan ? Masa cuma paketan n pulsa doang, yang g punya hp mau ngapain tu pulsa boss"