Tangis Haru Nenek 100 Tahun, Cuma Punya Rp 5 Ribu Buat Beli Ubi Jalar, Dihadiahi Sembako Komplit

Saat bersepeda di satu kampung di Jawa Barat, anggota DPR RI Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang nenek tua yang jalannya sudah bungkuk.
Nenek tua itu tengah berjalan perlahan sambil memegang tongkat, tangannya gemetar. Sementara tangan kirinya menggenggam uang lembaran Rp 5 ribu.
Saat ditanya oleh Dedi Mulyadi, nenek yang belakangan diketahui bernama Mak Irun itu mengaku dengan uang Rp 5 ribu itu ia hendak membeli ubi jalar.
Rencananya ubi jalar itu mau dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Bukannya tak mau nasi tapi dia mengaku sudah tidak memiliki lagi beras.
Dedi Mulyadi pun termenung dengan pengakuan Mak Irun tersebut. Apalagi dia diketahui hidup sebatangkara.
Tanpa berpikir panjang, setelah mengantarkan Mak Irun ke gubuk kecilnya, Dedi langsung menuju sebuah minimarket untuk membeli sembako bagi Mak Irun.
Selain membeli beras, Dedi pun memborong sembako lainnya sehingga komplit dan cukup banyak.
Dedi pun kembali ke rumah Mak Irun dan menyerahkan sembako komplit. Tak hanya itu mantan bupati Purwakarta ini juga membekali Mak Irun dengan sejumlah uang.
"Nanti Mak Irun bisa membeli ayam peliharaan. Jadi nanti Mak Irun tidak sekadar memelihara ayam milik orang lain tapi memelihara ayam milik sendiri," kata Dedi.
Begitu menerima pemberian dari Dedi Mulyadi, Mak Irun langsung memeluk Dedi dan menangis terharu.
Mak Irun pun mendoakan Dedi Mulyadi agar selalu sehat, banyak rezeki, berkah, dan rumah tangganya harmonis. Doa yang biasa dipanjatkan para orangtua kepada anaknya.
Video pertemuan antara Dedi Mulyadi dengan Mak Irun ini lalu diunggah ke akun media sosial dan channel youtube Kang Dedi Mulyadi dan mendapat banyak respon positif dari warganet.
Dalam unggahannya itu Dedi pun menuliskan tiga kalimat dalam captionnya,
"Mak Irun sudah berusia 100 tahun. Cara berjalannya bergetar dan dibantu tongkat. Berbekal uang Rp5 ribu dia ingin membeli ubi jalar karena tak tersedia beras di rumah"
"Dia tinggal di sebuah gubuk kecil di ujung gang sebatangkara. Hanya beberapa ayam menemani emak melewati hari tua"
"Spirit Muharram harus menghijrahkan orang-orang seperti Mak Irun dari ketidakcukupan menjadi kecukupan. Hijrah Spirit Perubahan. Selamat Tahun Baru 1442 Hijriyah"