Biodata Sopir Ambulans yang Setubuhi Cewek Positif Covid-19, Ternyata Mantan Kriminal, ini 4 Fakta

Terungkap biodata sopir ambulans di India yang nekat menyetubuhi cewek berusia 20 tahun yang dinyatakan positif COVID-19.
Biodata sopir ambulans itu jadi sorotan setelah ia melakukan aksi bejat menyetubuhi pasien positif COVID-19 yang dibawanya, saat melintas di kawasan sepi di Pandalam, India, pada Sabtu (5/9/2020).
Dan diketahui kemudian ternyata sopir ambulans tersebut seorang mantan kriminal.
Selain itu, polisi setempat juga membeberkan kronologi kejadiannya.
1. Biodata pelaku
Pelaku bernama Noufal V (25) yang berasal dari Kayamkulam, seperti dilansir
Pengawas polisi berkata terdakwa sudah hampir setahun bekerja dengan operator ambulans.
Noufal dipekerjakan berdasarkan pengalaman masa lalunya di layanan ambulans di Alappuzha selama 2014-2015.
Setelah kejadian memalukan itu, operator swasta ambulans Kaniv 108 langsung memecatnya.
Sebelumnya, Noufal juga didakwa karena hendak membunuh di kasus penyerangan Alappuzha.
2. Kronologi
Kepala polisi distrik Pathanamthitta, KG Simon mengungkap kronologinya berawal saat gadis itu dijemput dari kediaman pamannya di Vadakkedathukavu ke rumah sakit.
"Dia dijemput dari rumah sekitar jam 10 malam lalu diantar ke CFLTC Adoor, tempat Noufal menjemput seorang wanita tua."
"Dia melakukan kejahatan di tempat sepi dekat Aranmula setelah mengantar wanita tua itu ke CFLTC Kozhencherry."
Di India, CFLTC adalah singkatan untuk rumah sakit rujukan Covid-19 dari kepanjangan Covid First Line Treatment Centers.
Korban melaporkan perbuatan bejat si sopir saat tiba di CFLTC Pandalam, lokasi tujuannya.
3. Menkes dituntut mundur
Partai oposisi India United Democratic Front (UDF) dan Bharatiya Janata Party (BJP) partai yang berkuasa saat ini menyerukan penyelidikan kasus ini.
"Gadis itu diantar sendirian dengan ambulans bersama pelakunya.
Polisi sekarang mengatakan dia memiliki latar belakang kriminal; kenapa ini tidak dipikirkan sebelum dia ditunjuk?" keluh pemimpin oposisi Ramesh Chennithala.
Sementara itu kepala negara bagian Kerala dari partai BJP K Surendran mengatakan, insiden itu menyoroti kesalahan pemerintah.
"Kami menuntut pengunduran diri Menteri Kesehatan," ujarnya dikutip dari Times of India.