Heboh Kuburan Penuh Cairan Merah bak Darah, Imam Masjid Ungkap Sifat Almarhum Semasa Hidup

 


Sebuah kejadian heboh, di mana kuburan dipenuhi cairan merah bak darah viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak tanah kuburan tersebut sedikit amblas dan digenangi cairan merah seperti darah.

Viralnya video kuburan bak dipenuhi darah tersebut membuat imam masjid setempat ikut angkat bicara.

Video kuburan digenangi cairan merah bak darah tersebut diunggah oleh akun @nenk_update pada Minggu (20/9/2020) kemarin.

Imam masjid setempat pun akhirnya mengungkap sifat asli almarhum yang dimakamkan di kuburan penuh cairan merah bak darah tersebut.

Diketahui kuburan tersebut berlokasi di Alor Seta, Malaysia.

Makam tersebut ternyata baru saja digali sekitar dua minggu lalu.

Kondisi makam tersebut terungkap saat ada seseorang ingin berziarah.

Alangkah terkejutnya orang tersebut saat melihat sebuah kuburan digenangi cairan merah bak darah.

Beberapa orang nampak beramai-ramai melihat fenomena tersebut.

Banyak yang mengabadikannya lewat ponsel mereka hingga akhirnya viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Dilansir dari Harian Metro lewat Tribunnews, Imam Masjid Al Irfan, Abdul Hadi Awang mengatakan makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir seseorang yang dikenal baik warga sekitar.

"Almarhum adalah orang yang baik dan baru saja dimakamkan kira-kira tiga minggu lalu, dan meninggal dunia pada usia 70-an akibat sakit tua," terangnya.

"Sepanjang hayatnya, almarhum banyak melakukan amal jariah dan kebajikan di masjid ini," katanya.

Pihaknya pun menyayangkan dengan adanya berita viral yang beredar.

Salah satu jamaah Masjid Al Irfan, Alias Ishak (40) mengatakan jamaah masjid sepakat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Sudah diinformasikan bahwa jemaah masjid sudah melapor ke polisi,” ujarnya saat dihubungi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lanjutkan dari pemeriksaan polisi yang masih dilakukan.

Fenomena ini diserahkan kepada kepolisian untuk dilakukan penyelidikan. (*)