Ingat Driver Ojol Kuliah S2 di 3 Kampus? Kini Kembali Viral Gegara Seret Jaket dan Helm GRAB, Ini Alasannya

Masih ingat driver ojek online (ojol) yang viral karena kuliah S2 di tiga kampus sekaligus di Makassar?. Namanya Ansyar Sule.
Sejak viral saat itu di Makassar, Ansyar Sule diundang ke Jakarta di acara Hitam Putih Trans 7. Setelah itu Ansyar kembali diundang di acara Jangan Baper MNC TV.
Hari ini Ansyar kembali viral. Bukan lagi karena kuliahnya. Tapi aksinya menyeret jaket dan helm ojek online Grab miliknya di jalan raya.
Dalam video, Ansyar mengendarai motor, dengan mengikat jaket dan helm di dekat knalpot hingga terseret di aspal.
Portal Makassar mengonfirmasi, Rabu (9/9/2020) siang tadi melalui sambungan teleponnya mengatakan aksi itu (menyeret) dilakukan lantaran kecewa dengan pihak Grab tempatnya mencari nafkah.
Apilkasi Grab di handphonenya tiba-tiba tidak dapat digunakan untuk mencari penumpang. Yang muncul bertuliskan Putus Mitra. “Status kemitraan Anda diputus karena terindikasi melakukan pelanggaran kode etik Mitra Grab” demikian keterangannya.
Padahal sehari sebelumnya, masih berjalan normal, masih mengambil penumpang dengan baik.
“Ceritanya kemarin (Selasa) Jam 1 siang saya tidak bisa lagi pakai aplikasinya (grab). Lalu saya ke kantornya (di Mall GTC) Jl Metro Tanjung pertanyakan. Saya ketemu stafnya atau bagian CS nya katanya saya ada laporan masuk sering tidak pakai atribut. Saya dijebak itu, saya protes karena saya selalu pakai atribut lengkap. Itu yang melapor-lapor mengarang, tidak benar,” kata Ansyar.
Kecewa dengan kebijakan Grab yang dianggap Ansyar sepihak dan tidak ada toleransi, ia lalu menyeret artibut grab mulai dari Jl Metro Tanjung Bunga hingga Perintis Kemerdekaan.
“Saya seret atributnya mulai Jl Metro Tanjung sampa dekat Kantor Mapolda Sulsel. Saya kesal, kenapa tidak ada toleransi, tidak ada solusi ke saya, seenanknya saja memvonis bersalah,” tuturnya.
Ansyar juga mendapat laporan kalau laporan yang masuk di Grab dikumpulkan untuk memberhentikan dia. Laporannya pernah bertengkar, salah titik, alamat tidak tidak sesuai aplikasi dll dengan customer.
“Kita kan harus sopan ke customer saya tau itu. Memang kemarin saya sempat bertegkar sama customer, alasannya karena kita sudah sampai di tujuan titik, sudah lama menunggu sampai 15 menit untuk antarkan barang, tapi tidak direspon customer. No tidak aktif, jadi saya hubungi pengirim dan bertengkar. Tapi hanya itu saja. Janganlah pihak Grab itu tiba-tiba putus kontrak, tidak ada solusi dan perlindungan ke kami,” sambungnya.
Lanjut Ansyar, malam tadi semua atributnya diberikan ke rekan-rekannya sesama Grab untuk dipergunakan dengan bai. “Tadi malam, atribut ada 6 buah saya bagikan ke teman untuk di pakai dengan baik. Karena saya sudah tidak mau lagi liat atribut itu, saya kecewa,” ungkapnya.