Akhirnya Mahfud MD Blak-blakan di Mata Najwa Siapa Sebenarnya Dalang Demo Rusuh UU Cipta Kerja

 


Acara talkshow Mata Najwa Trans7 edisi Rabu (15/10/20) malam membahas polemik demo menolak UU Cipta Kerja.

Dalam acara Mata Najwa tadi malam Menko Polhukam Mahfud MD secara blakblakan menyoroti Dalang dari aksi demo tolak UU Cpta Kerja yang berujung anarkis di beberapa daerah pekan lalu.

foto : Menko Polhukam Mahfud MD bahas dalang Demo UU Cipta Kerja di Mata Najwa (15/10/20). (YouTube Najwa Shihab)

Berbincang bersama Presenter Najwa Shihab, akhirnya Mahfud MD menjelaskan sosok yang terlibat dalam aksi demo, dalam hal ini Dalang atau penunggangnya.

Lalu, benarkah demo menolak UU Cipta Kerja ditunggangi?

Kepada Najwa Shihab, Mahfud MD mengungkap dalang rusuh sudah diketahui oleh Negara atau Presiden.

Bahkan sampai ke detil-detilnya.

Mahfud mengatakan ada pihak yang "baik", yakni seperti serikat buruh yang mau memperjuangkan hak buruh. Namun, ada juga pihak yang "rusuh".

"Tapi, kan, ada rusuh di mana-mana. Ada yang ketangkap bawa ketapel batu, parang dan ada yang membakar, kan, ada aktornya.

Itu yang kita list siapa yang mengerahkan. Uangnya berapa kita tahu," ujar Mahfud MD dikutip tribun-timur.com.

Mahfud MD juga mengulang dalang dimaksud bukan SBY Presiden Keenam RI sebelum Jokowi.

"Andi Arif minta saya mengklarifikasi adanya tuduhan bahwa SBY menunggangi demo.

Saya katakan apa yang diklarifikasi, kita tidak pernah bilang SBY yang mendalangi.

Pemerintah gak pernah menyebut nama SBY," kata Mahfud MD.

Menteri Pertahanan RI era Kabinet Indonesia Maju, Prabowo Subianto menyoroti kerusuhan yang terjadi setelah aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja beberapa hari yang lalu.

Prabowo Subianto meyakini ada dalang dari kerusuhan usai demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

"Ini pasti ada dalangnya. Ini pasti anasir-anasir ini. Ini pasti anasir yang dibiayai asing.

Enggak mungkin seorang patriot mau bakar (fasilitas umum) milik rakyat," kata Prabowo Subianto dalam wawancara khusus yang dirilis DPP Partai Gerindra, Senin (12/10/2020).

Prabowo Subianto menceritakan, dirinya sempat terperangkap dalam aksi massa penolakan UU Cipta Kerja.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, banyak mahasiswa yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19.

Dia pun menilai bahwa penggerak aksi demonstrasi ini tidak bertanggung jawab.

"Ini kan mencelakakan anak-anak kita. Dalang ini tidak bertanggung jawab sama sekali. Saya sangat prihatin. Ini kan lagi Covid-19," ujarnya.

Kendati demikian, Prabowo Subianto mengatakan,

para mahasiswa yang menggelar aksi memberikan akses agar mobilnya melewati jalan dan ada beberapa mahasiswa memberikan hormat.

"Ya masih banyak yang apa itu, dadah ke saya, lihat mobil saya.

Anak-anak itu ada juga yang hormat. Jadi saya kira mereka itu niatnya baik anak-anak itu, tapi ada yang panas-panasin," ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo Subianto meminta semua pihak bersabar dan mempersilakan untuk melakukan uji materi atau judicial review atas UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Cobalah kita sabar, kita atasi dulu, kita coba. Kalau UU ini tidak bagus pelaksanaannya,

tidak baik, bawalah ke judicial review, ke MK, sudah berkali-kali kok dalam sejarah terjadi," kata dia.

Sebelumnya, Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Remy Hastian membantah berbagai tudingan yang menyebut aksi mahasiswa digerakkan pihak tertentu.

Remy menilai tudingan pemerintah tentang adanya auktor intelektualis dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja adalah hal yang biasa.

Menurut dia, isu yang dilontarkan pemerintah itu adalah bagian dari upaya penggembosan gerakan mahasiswa saja.

"Pemerintah itu jagonya seperti itu, ketika kami demo besar-besaran bilangnya ada yang menunggangi,

ada yang mensponsori, ini bagian dari penggembosan gerakan," kata Remy kepada Kompas.com, Senin (12/10/2020).(*)