Ayah Ngaku Dengar 'Suara Malaikat' hingga Nekat Bunuh Putranya Berusia 8 Bulan, Tak Henti Bernyanyi


 Seorang ayah nekat membunuh putranya yang baru berusia delapan bulan.

Parahnya, ia melakukan hal nekat itu setelah mendengar 'suara malaikat'.

Kejadian bermula saat warga menemukan bayi laki-laki berusia delapan bulan tewas dan tubuhnya dilumuri garam.

Bayi malang itu diyakini telah dibunuh oleh ayah kandungnya menggunakan benda tumpul di

Kampung Sungai Dua, Bachok, Malaysia pada 13 Oktober lalu.

Bayi yang diidentifikasi sebagai Wan Mohamad Afiq Wan Roslan, diyakini dibunuh oleh

ayahnya yang menderita gangguan jiwa, lapor Harian Metro .

Pria itu juga dilaporkan terlibat dalam pemujaan dan mengklaim bahwa dia mendengar suara 'malaikat'

sebelum membunuh putranya.

Polisi tidak dapat merekam pernyataannya karena dia menolak untuk berbicara dan tidak berhenti bernyanyi.

Menurut Kapolres Bachok, Wakil Inspektur Samsulmuddin Sulaiman, pihaknya mengetahui kejadian

tersebut setelah sepupu tersangka yang berusia 50-an itu datang untuk melaporkan kematian bayi tersebut.

“Setelah mendapat laporan, polisi menggerebek rumah tersangka yang dikunci dari dalam dan

berusaha masuk ke dalam rumah tersebut,” ujarnya.

“Begitu kami berhasil masuk ke dalam rumah, kami menangkap seorang pria yang diyakini sebagai

tersangka dan membawa seorang wanita berusia 32 tahun, yang diyakini sebagai ibu korban yang

sedang menangis dan dalam keadaan trauma saat ditemui di tempat kejadian."

Wanita itu telah ditahan untuk membantu penyelidikan. Dia saat ini dirawat di rumah sakit karena traumanya.

Sementara itu, tes urine yang dilakukan pada pasangan itu ternyata negatif untuk penyalahgunaan zat.

Samsulmuddin mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap bayi ditemukan beberapa luka memar

di sekujur tubuh termasuk lecet di leher kiri dan kanan.

"Pemeriksaan pendahuluan oleh tim forensik tidak menemukan adanya bekas luka berdarah

pada bayi dan ditemukan garam kasar yang dioleskan ke seluruh tubuh bayi," katanya.

Dia menambahkan, penyelidikan awal yang dilakukan terhadap tersangka menemukan bahwa

pria tersebut telah mengalami gangguan mental selama dua minggu terakhir.

“Pada pemeriksaan sebelumnya juga ditemukan adanya luka memar dan cakaran di kedua tangan

kanan dan kiri ibu dan dibawa berobat ke Puskesmas Bachok,” ujarnya.

“Jasad bayi itu dibawa ke Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II (HRPZII) Kota Bharu untuk diautopsi

dan kasusnya sedang diselidiki.