Bayi Lahir Terlilit Tali Pusat Seperti Lilitan Ular di Lehernya, Ini Penjelasan Dokter

  

Kelahiran anak dengan sehat dan normal adalah idaman semua pasangan suami istri.

Rata-rata anak memang lahir normal, meski demikian tidak menutup kemungkinan bayi lahir dengan cara berbeda dan memiliki sesuatu yang terbilang aneh.

Seperti kejadian di Hubei, China, seorang bayi lahir dengan leher terlilit tali pusat.

Melansir dari Harian Metro pada hari Minggu (9/8/2020), kelahiran seorang bayi di Hubi, China mengejutkan para dokter.

Pasalnya bayi ini lahir dengan tali pusat melilit lehernya sebanyak enam kali seperti lilitan seekor ular.

Dokter di Rumah Sakit Yichang, Hubei, China, Li Haur menjelaskan selama kerjanya berprofesi sebagai dokter, selama 23 tahun, ia belum pernah menemukan kejadian seperti demikian pada bayi manapun.

Bayi ini lahir dalam kondisi tidak wajar, yaitu leher terbelit tali pusat, meski bagitu, bayi tersebut dalam keadaan sehat.

Li yang juga seorang pakar kebidanan rumah sakit tersebut juga mengatakan, kejadian demikian merupakan kelahiran pertama yang ditemuinya.

Tali pusat melilit yang tidak bisa dijelaskan.

"Saya bekerja selama 23 tahun dan ini yang pertama saya lihat tali pusat melilit leher bayi seperti ini," katanya seperti dikutip pada Harian Metro.

Ia menambah meski bayi lahir terlilit pada leher, kondisinya masih sehat.

"Bayi ini tidak mengalami cedera serius setelah lilitan tali pusat dilepaskan dari lehernya," tambahnya.

Menurutnya sebagai seorang dokter dan pakar dalam bidang kebidanan, ia tidak bisa menjelaskan mengapa bisa bayi berkenaan lahir dengan leher terlilit.

Karena bayi dalam kandungan dan ketika lahir, lehernya sudah terlilit.

Bahkan lehernya terlilit sebanyak enam kali.

Ibu dari bayi terlilit yang bernama Dai, tetap gembira karena bayinya lahir dengan selamat dan tiada komplikasi.

Ia juga bahagia dirinya dan bayi tidak mengalami gangguan kesehatan apapun, meski bayi lahir dengan tidak wajar.

"Saya bersyukur dan bahagia, bayi saya tidak mempunyai masalah," katanya.