Kisah Sedih - Bocah Peluk Erat Mayat Ibu, Ternyata Sudah 2 Tahun Diabaikan Ayahnya

 


Kisah sedih - bocah peluk erat mayat ibu, ternyata sudah 2 tahun diabaikan ayahnya.

Kini dia hidup seperti anak yatim piatu, karena ibunya meninggal dan ayahnya pergi menelantarkannya.

Kisah menyedihkan ini dialami salah seorang anak disebut penyandang disabilitas yang saat ini bertempat tinggal di Bangka Belitung.

Usai ditelantarkan sang ayah, anak tersebut harus merawat ibundanya yang sakit keras.

Yang lebih menyesakkan dada, saat ibunda yang sangat ia cintai meninggal dunia, anak tersebut memeluk dan mencium jenazah ibunya.

Kisah menyedihkan itu dibagikan oleh salah satu pengguna TikTok atas nama @daniar.chn11, Sabtu (10/10/2020) dalam bentuk video berdurasi hampir satu menit.

Video itu juga turut dibagikan lewat dalam grub Facebook, Sukabumi Facebook di hari yang sama.

Dalam tayangan video tersebut, tampak seorang bocah laki-laki yang disebut memiliki keterbatasan itu memeluk jenazah ibu.

Bocah yang mengenakan baju kaus berwarna hijau itu terlihat tak mau melepaskan pelukannya dari jenazah ibu yang terbaring di atas kasur.

Ia terus memeluk dan mencium wajah ibunda tercintanya.

Sesekali terlihat, sorotan mata sang bocah tampak begitu sedih, meski tak ada air mata yang keluar.

Sementara pemandangan menyedihkan dalam video tersebut direkam ketika tengah melakukan panggilan video dengan anggota keluarga dari anak tersebut.

Terdengar isak tangis keluarga mengetahui kabar salah satu keluarganya telah tiada.

Terlebih melihat kondisi si anak yang tak mau melepaskan pelukannya dari sang jenazah ibundanya.

Pada narasi yang tertulis dalam video tersebut, diketahui bahwa bocah yang memiliki keterbatasan itu selama ini

sudah merawat ibunya yang sakit keras tanpa kehadiran seorang ayah.

"Kamu anak yang sangat hebat dan kuat,"

"Malaikat kecil yang merawat ibunya yang sakit keras di perantauan (Bangka Belitung) tanpa seorang ayah," tulis si pengunggah dalam videonya.

Kepada Serambinews.com, Daniar Chairunnisa alias pemilik akun TikTok @daniar.chn11, Minggu (11/10/2020) saat dihubungi melalui WhatsApp membenarkan kondisi anak yang memiliki keterbatasan itu telah merawat sang ibu tanpa seorang ayah.

Daniar yang mengaku memiliki darah persepupuan dengan ibu dari anak dalam video tersebut menyebutkan, bahwa bocah itu bernama Sanridho Sutopal atau akrab disapa Dodo.

Sementara ibu Dodo meninggal dunia pada Jum'at (9/10/2020)sekitar pukul 04.00 WIB.

Dodo, kata Daniar, memiliki keterbatasan sulit berbicara sejak lahir.

Namun dalam hal aktivitas lainnya, Dodo cukup pintar untuk memahami dan mengerti apa yang disampaikan padanya.

"Dia cuma ngomongnya aja kurang jelas. Tapi kalau diajak ngobrol dia ngerti dia pinter. Kalau diajar baca, dia juga belajar ngaji dia itu paham," kata Daniar saat dihubungi Serambinews.com, Minggu (11/10/2020).

"Cuma suka ngences doang ga berhenti-berhenti," sambungnya.

Diceritakan oleh Daniar, Dodo yang saat ini berusia 9 tahun bersama sang ibu sudah ditelantarkan oleh ayahnya sejak 2 tahun yang lalu.

Semula, Dodo dan orang tuanya bertempat tinggal di Lampung.

Namun setelah ditinggal pergi oleh ayahnya, Dodo bersama ibunya berpindah ke Bangka Belitung.

"Langsung mereka berdua itu pergi ke Bangka Belitung itu, ke rumah temennya," tutur Daniar.

Menurut Daniar, ibu Dodo didiagnosa memiliki penyakit darah tinggi, magh kronis dan liver.

Sejak lima bulan terakhir, ibu Dodo mulai sering menjalani pengobatan karena sakitnya.

Namun belakangan kondisinya memburuk sementara keluarga kesulitan membiayai pengobatannya.

"Kemarin udah drop banget karena terbatasnya biaya. Tapi kita udah usaha ngumpulin uang disini untuk transfer buat pengobatan saudara saya disana," jelas Daniar.

"Orang di sana juga udah ngebantuin udah merawat semaksimal mungkin. Tapi Allah berkehendak lain," sambungnya.

Daniar melanjutkan, bahwa dirinya beserta anggota keluarga lain yang berdomisili di Sukabumi, Jawa Barat tidak mengetahui penyebab ayah Dodo menelantarkan ia dan ibunya.

Ibu Dodo, kata Daniar adalah orang yang tidak suka berbagi cerita.

Oleh sebab itu keluarga, teman dan kerabat lain tidak mengetahui perkara yang terjadi pada keluarga Dodo.

Daniar juga tidak mengetahui apakah ayah Dodo sudah mengetahui kondisi yang dialami oleh Dodo dan ibunya.

Diakuinya, baik pihak keluarga dari Sukabumi maupun teman ibu Dodo yang di Bangka Belitung sudah mencoba menghubungi ayah Dodo.

Tapi mereka tak juga mendapat respon dari pria tersebut.

Sementara itu, Daniar dan keluarganya menginginkan Dodo untuk kembali berkumpul bersama mereka di Sukabumi.

Keinginan itu pun akan segera terwujud atas bantuan para donatur yang membiayai semua hal untuk pemulangan Dodo.

"Alhamdulillah sudah ada donatur, ada orang-orang baik lainnya, untuk mempulangkan Dodo ke Sukabumi. Dia udah ditanggung semuanya sama para donatur," kata Daniar.

Meski demikian, keluarganya memiliki harapan lain demi masa depan Dodo.

Dengan keterbatasan Dodo saat ini, mereka ingin mengobatinya agar bisa berbicara normal seperti anak lain seusianya.

Mereka juga ingin menyekolahkan Dodo demi masa depannya.