Nasib Buruk Putri Jackie Chan, Hidup Terlunta-lunta Jadi Gelandangan di Luar Negeri

 


Siapa yang tak kenal dengan sosok Jackie Chan?

Jackie Chan dikenal sebagai aktor laga legendaris.

Tak hanya menjadi aktor laga saja, Jackie Chan juga merupakan seorang aktor komedi, penulis naskah layar lebar dan penyanyi dari Hong Kong.

Tokoh satu ini sangat terkenal dengan akting-akting berbahayanya di film-film yang ia perankan.

Terlebih lagi dia tidak pernah menggunakan peran pengganti ketika beraksi di film.

Ia telah mendalami seni peran sejak tahun 1970-an, dan sudah tampil tak kurang dalam 100 film.

Jackie Chan juga pernah menerima penghargaan di Hong Kong Avenue of Stars dan di Hollywood Walk of Fame.

Bahkan meski usianya kini mulai menua, Jackie Chan masih tetap aktif dalam dunia perfilman.

Namun siapa sangka dibalik kesuksesannya, ada sebuah nasib buruk yang dialami oleh sang putri.

Dilansir Grid.ID dari artikel terbitan Indy100 tanggal 1 Mei 2018, Putri Jackie Chan dan pacarnya merilis sebuah video.

Mirisnya, dalam video tersebut ia mengaku bahwa mereka menjadi tunawisma dan tidur di bawah jembatan.

Hal itu terjadi karena orang tua mereka adalah homofobia.

Homofobia adalah serangkaian perilaku dan perasaan negatif terhadap homoseksualitas atau terhadap orang-orang yang dianggap sebagai lesbian, gay, biseksual atau transgender (LGBT).

Dalam video tersebut, Etta Ng Chok Lam memperkenalkan dirinya sebagai anak perempuan Jackie Chan.

Etta mengatakan dia di Kanada bersama pacarnya yang bernama Andi Autumn.

"Kami telah menjadi tunawisma selama sebulan karena orang tua yang homofobia.

Kami cukup banyak tidur di bawah jembatan dan hal-hal lain seperti tunawisma umumnya.

Saya bahkan tidak mengerti apa yang sedang terjadi karena kami pergi ke polisi, kami sudah pergi ke rumah sakit, kami sudah pergi ke bank makanan, komunitas LGBTQ, tempat penampungan dan semuanya tidak memberikan bantuan." ujar Etta.

Sementara itu, kekasihnya yang merupakan model instagram berusia 30 tahun mengatakan sebuah pernyataan.