Tawuran dalam Masjid Kelakuan Para Remaja Ini Bikin Miris, Masuk Tempat Suci Tak Lepas Alas Kaki

 


Viral aksi sekumpulan remaja melakukan tawuran di dalam Masjid di Kota Masjid Makassar, Sabtu (10/10/2020).

Video ini viral dan membuat gaduh warganet yang melihatnya.

Dalam video amatir durasi 21 detik, tampak sejumlah remaja masuk di dalam masjid.

Mirisnya lagi para remaja ini masuk dalam masjid tanpa melepaskan alas kaki.

Menggunakan sendal mereka masuk ke dalam masjid yang diketahui tempat suci.

Disebutkan bahwa ini merupakan aksi tawuran antara remaja Jalan Sukaria dan Jalan Pampang.

Tampak seorang remaja habis dihajar oleh musuhnya.

Bahkan beberapa di antaranya ditendang hingga tercampak berulang kali.

Bahkan saat ada seorang ibu mengenakan mukena yang coba melerai, tak digubris para pemuda yang sudah pitam.

Seorang kakek yang sedang berada di dalam masjid, akhirnya keluar untuk menyelamatkan diri.

Para remaja ini tampak tidak ada rasa takut masuk ke dalam rumah ibadah mengenakan sendal yang bisa saja kotor dan najis.

Sebaiknya hal seperti demikian jangan pernah dicontoh ya teman-teman.

Seperti kita ketahui Masjid adalah rumah tempat ibadah umat Islam.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim.

Kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al-Quran sering dilaksanakan di Masjid.

Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.

Penghina Masjid Kenneth William Ditahan

Nama Kenneth William, seorang konten kreator yang juga Youtuber, kini sedang banyak diperbincangkan warganet.

Pasalnya, dia diduga melecehkan Masjid Pajagalan milik Pondok Pesantren 1 dan 2 Persatuan Islam (Persis), Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (4/10/2020) di akun TikTok-nya.

Setelah viral dan mendapat hujatan dari masyarakat, Kenneth William langsung mengunci seluruh akun media sosialnya.

Karena menimbulkan keresahan masyarakat, dia akhirnya diamankan oleh jajaran Kepolisian Polestabes Bandung pada Minggu (4/10/2020) malam.

Di kantor polisi, Kenneth William meminta maaf kepada umat Muslim, khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Persatuan Islam.

"Saya Kenneth William, saya menyesal dan minta maaf kepada umat Muslim, semua orang yang tersingung dan kepada Persis. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ujarnya, dikutip dari akun Instagram @brigadepersis.id, Senin (5/10/2020).

Dalam klarifikasinya ia mengatakan bahwa tidak bemaksud untuk melecehkan masjid yang seolah-olah memutarkan musik DJ.

“Sebenarnya masjid tersebut tidak nge-play lagu DJ, dan itu hanya editan,” katanya.

Akun Instagram Komando Pusat Brigade Persis meminta kepada warganet untuk tetap menjaga kondusifitas.

Dalam keterangan video yang diunggah itu, pihaknya mengatakan telah melimpahkan permasalahan ini semua kepada yang berwenang.

Menurut Tim Advokat dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PP Persis, Zamzam Raziqin, semua alat bukti dan saksi telah diperiksa oleh polisi.

“Saat ini kita tinggal tunggu proses hukum yang sedang berlangsung di Polrestabes Bandung. Dan Insyaallah tim akan terus memantau perkembangan kasus ini,” katanya.

Akun Instagram @brigadepersis.id juga meminta kepada publik tidak mengaitkan dengan rasisme.

“Tidak ada rasisme, tersangka adalah oknum bukan cerminan atau ras tertentu,” tulisnya.

Kenneth William kini telah ditahan oleh pihak berwajib.

Bedasarkan pasal 45 ayat 1 Undang-undang ITE mengatur tentang perbuatan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian berdasarkan SARA.

Dia dapat diancaman pidana di atas 5 tahun.

Sebelumnya, akun TikTok Kenneth William @kenwilboy dituding telah membuat dan menyebarkan berita hoaks tentang adanya sebuah masjid yang memutar lagu DJ dengan kencang.

Dalam video TikToknya, Kenneth William mengatakan pada saat itu dia sedang jalan-jalan di sekitar Jalan Pajagalan Kecamatan Astana Anyar Bandung, Jawa Barat.

Lalu menunjuk ke arah masjid Pesantren Persis yang dalam video tersebut terdengar backsound musik DJ.

"Gaes gue lagi jalan-jalan terus dengar suara ini. Ternyata suaranya dari sana gaes," ucap dia sambil mengarahkan video ke masjid.

"Yang setel lagu ini bener-bener nggak ada akhlak. Kacau-kacau, pusing gua," kata dia dalam video yang dikutip Wartakotalive.com.

Setelah videonya viral dan mendapatkan banyak protes, Kenneth William menggugah dua video lanjutan yang menegaskan bahwa itu bukan ujaran kebencian.

Di sisi lain, dia mengakui bahwa video pertama yang ia unggah memang editan.

Meski demikian, ia mengaku hanya berniat untuk memberikan edukasi.

Saat itu, dia diingatkan oleh pengikutnya agar tidak rasis dalam membuat konten.

Namun, @kenwilboy justru berkata kasar.

"B*cot lu itu rasis darimana. Orang gue bikin konten itu edukasi, jangan setel lagu di masjid.

Walaupun konten tersebut gue pakai editan, itu cuma buat perumpamaan. Tapi maksudnya jangan pernah setel lagu di mesjid," kata dia.

Akun tersebut, dalam sosial media, diduga dimiliki oleh Kenneth William Saputra dengan pengikut di instagram mencapai ratusan ribu orang.

Namun, akun tersebut kini tidak aktif. Selain menjadi selebgram dan digital marketer, diketahui Kenneth juga seorang Youtuber.