Terungkap Seterang-terangnya, Luhut Ngaku Selain Dirinya, Ada Sosok Lain Pencetus Omnibus Law

 


Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, membeberkan pengakuan yang membuat heboh terkait sosok siapa saja pencetus UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pengakuan Luhut diungkap dalam seminar virtual bertajuk Outlook 2021: The Year of Opportunity, Rabu (21/10/2020). Baca Juga: Luhut Ngide: Pengusaha Bandel Ogah Bayar Pesangon, Jebloskan ke Penjara!

Luhut dalam kesempatan tersebut mengakui rencana pembuatan UU Omnibus Law Ciptaker sudah lama dipikirkan. Yang tepatnya, ketika dirinya masih menjabat sebagai Menkopolhukam pada periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Baca Juga: Jangan Kaget! Ini Pengumuman Penting dari Istana dan Kabar Buruk bagi Penolak Omnibus Law

"Ini terus terang, jujur, temen-temen sekalian, saya (yang) mulai waktu saya Menko Polhukam. Waktu itu saya melihat betapa semrawutnya UU peraturan kita yang ada sekian puluh itu satu sama lain sering tumpang tindih, sering mengunci sehingga kita tidak bisa jalan dengan lancar,” kata Luhut.

Lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa dirinya ingin memastikan Omnibus Law bisa menyederhanakan tumpang tindih regulasi yang selama ini terjadi.

Sebab, ia menilai bahwa UU Ketenagakerjaan saat itu tidak efisien dan berpotensi tinggi melahirkan praktik korupsi yang tentu merugikan negara.

"Omnibus Law ini tidak menghilangkan UU tapi menyelaraskan isi UU itu jangan sampai tumpang tindih atau kait berkait, saling mengikat dengan yang lain,” beber Luhut.

Namun, ia menegaskan bahwa proses perumusannya berjalan lama. Selain itu, ia juga mengungkapkan tokoh-tokoh lain yang mencetuskan Omnibus Law.

Seperti, Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, sampai Sofyan Djalil.

Ia memaparkan, istilah Omnibus Law awalnya diperkenalkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil karena pernah mengetahuinya di Amerika Serikat (AS).

"Istilah Omnibus Law ini keluar dari Pak Menteri ATR. Karena beliau belajar soal ini di Amerika dulu, dia mengatakan kepada saya," ujanyanya.

Selain itu, nama Presiden Joko Widodo juga turut andil sebagai motor terwujudnya Omnibus Law.

“Masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU,” ujar Jokowi saat pada pidato pelantikannya.