Tiap Hari Keliling Jualan Buku Tuntunan Salat, Kakek 73 Tahun di Kudus Ini Ingin Segera Naik Haji

 


Deretan buku tuntunan salat dan juz amma digelar oleh Madekun, warga Desa Klumpit, Kudus yang kini sudah berusia 73 tahun. Buku-buku tersebut ditata di atas kayu, tepat di area pintu sebelah utara Hypermart Kudus.

Mbah Madekun yang merupakan warga Desa Klumpit, RT VI, RW I itu berjualan buku tuntunan salat dan juz amma sejak Maret 2020 lalu. Harganya bervariasi. Mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu.

Jualan dengan cara mangkal itu dilakoninya mulai siang hingga malam hari. Sementara pagi harinya, ia berjualan dengan cara berkeliling dengan mengayuh sepeda. Harapannya, ingin segera naik haji.

Sadean buku-buku ngeten niki. Juz amma niki kalih doso, kumpulan salawat niki nggih kalih doso, kula nggih sadean Yasin fadilah (Jualan buku-buku ini. Juz ama ini dua puluh ribu rupiah, kumpulan salawat ini ya dua puluh ribu, saya juga jualan Yasin fadilah,” katanya.

Pria yang sudah memiliki empat anak itu biasa berjualan setiap hari. Untuk pagi hari dia biasa berjualan keliling mulai pukul 08.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Kemudian, pada pukul 13.30 WIB sampai pukul 20.00 WIB dia berjualan di area pintu utara Hypermart.

Esuk kula keliling ting Klumpit, Perumahan Singocandi, Perumahan Karangmalang, Jatisari, kalihan ting ndalem-ndalem. Bar zuhur kula ting Hypermart (pagi saya keliling Klumpit, Perumahan Singocandi, Perumahan Karangmalang, Jatisari, dan ke rumah-rumah. Selesai zuhur pindah ke Hypermart).

Dalam sehari, dia bisa menjual 25 sampai 50 buku. Kakek ini bisa mengantongi Rp 300 ribu. Untuk bersihnya, Mbah Madekun mendapatkan kurang lebih Rp 150 ribu dalam sehari.

Menurutnya jumlah tersebut terbilang cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Baginya yang terpenting tidak merepotkan keempat anaknya.

Selain berjualan buku, Mbah Madekun juga berjualan kalender. Satu kalendernya seharga Rp 15 ribu. Dia juga menunjukkan kepada MURIANEWS kalender dengan gambar Masjid Al-Aqsa dan Menara Kudus.

Dia bahkan mengaku tidak lelah kendati harus berjualan dari pagi hingga malam hari.

Insyaallah mboten kesel. Wong kula kagungan cekelan Alquran lan hadis niku wonten pitu sing kudu dicekel. Jujur, seneng, tanggung jawab, sabar, adem teliti, lan hati-hati ( Insyaallah tidak lelah. Saya punya pegangan Alquran dan hadis itu ada tujuh hal yang harus dipegang. Jujur, seneng, tanggung jawab, sabar, adem teliti, dan hati-hati),” terang dia.

Dia berharap bisa bahagia dunia akhirat. Selain itu Mbah Madekun berharap agar bisa menunaikan ibadah haji.

Harapane nggih ting donyo saget kepenak. Niki nggih mpun kepenak walaupun dodolan ngeten. Kalih kul pengen saget mangkat kaji (Harapannya ya di dunia bisa hidup enak. Ini menurut saya ya sudah enak walaupun jualan seperti ini. Dan saya ingin bisa menunaikan ibadah haji),” harapnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula Editor: Ali Muntoha