Duel Maut Pemulung di Pekanbaru, Gara-gara Cemburu Rebutan Janda

 


pria yang kesehariannya berprofesi sebagai pemulung itu tewas bersimbah darah ditikam temannya sendiri, Sabtu (07/11) sekitar pukul 16.30 Wib.

Keributan ini dipicu karena pelaku, Anjas (41) diduga cemburu dengan janda berinisial M, yang menjalin hubungan dengan korban.

Kapolsek Payung Sekali AKP Rivandi melalui Kanit Reskrim Iptu Syafril mengungkapkan hal itu kepada Riaueditor.com,Rabu (25/11).

Menurut Syafri perkelahian berujung tewasnya korban itu terjadi di Jalan Cinta Damai, RT 01 RW 03 Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru, sekitar pukul 16.30 Wib.

Perkelahian tersebut membuat Anjas tewas di tempat. Pria tersebut mengalami luka tusuk di perut bagian sebelah kirinya.

"Korban meninggal dunia ditempat, usai ditikam dengan senjata tajam," kata Syafril.

Syafril menjelaskan, dari keterangan saksi, peristiwa diawali dengan kecemburuan pelaku terhadap wanita berinisial M yang menjalin hubungan asmara dengan korban.

"Pelaku cemburu karena Joko berpacaran dengan janda berinisial M. Apalagi M kerap mencucikan baju korban," ungkap Syafril.

Tak terima atas hubungan asmara dengan janda tersebut, kemudian pekaku mencari keberadaan Joko.

Awalnya, pada Sabtu sekitar pukul 11.00 Wib Anjas mendatangi gubuk tempat korban Joko tinggal, namun tak berhasil menemuinya. Lalu sekitar pukul 16.30 Wib pelaku kembali mencari keberadaan korban dan berhasil menemuinya.

"Kemudian terjadi keributan dan perkelahian berujung tewasnya korban. Usai menusuk korban, pelaku melarikan diri," jelasnya.

Pihak kepolisian kini tengah mengembangkan kasus tersebut untuk memburu para pelaku.

Sebelumnya, perkelahian dua orang pemulung gegerkan warga di Jalan Cinta Damai, RT 01 RW 03 Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.

Akibatnya, seorang pemulung tewas bersimbah darah tergeletak dipinggir jalan tepat didepan rumah warga akibat tikaman senjata tajam.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melapor ke Polsek Payung Sekaki.