Jembatan di Jorlang Hataran Terkikis Banjir, Untuk Sementara Dilakukan Sistem Buka Tutup

 


Curah hujan yang tinggi mengakibatkan volume air sungai di Bah Hilang mengalami kenaikan.

Tidak hanya itu, air sungai yang sempat naik tersebut mengikis tanah (erosi) yang berada di sekitar jembatan Bah Hilang, Jalan Besar Siantar - Parapat Km 12, Kelurahan Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sabtu (21/10/2020).

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo yang dikonfirmasi Tribun-Medan.com mengatakan, saat ini kondisi air mulai surut.

"Untuk mengurangi dampak kemacetan aruas lalu lintas di jalan yang rusak, kami melakukan upaya satu jalur," ujarnya.

Dikatakannya, kejadian longsor tersebut terjadi pada Jumat (20/11/2020), sekitar pukul 22.00 WIB.

Sebelumnya, terjadi bencana alam (longsor) di jembatan, yang mengakibatkan hingga memakan badan jalan sebelah kiri bila dari arah Siantar menuju Parapat.

"Untuk dugaan sementara, longsor disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga volume air di bawah jembatan naik serta mengikis tanah yang ada dibawah jembatan tersebut," ungkapnya.

Lanjut AKPB Agus Waluyo, hingga saat ini, pihaknya terus melakukan penguraian arus lalu lintas.

"Untuk arus yang di bawah jembatan sudah surut dan arus air mengalir dari bawah jembatan dan arus lalu lintas sudah dapat di lalui oleh kendaraan bermotor maupun mobil dengan sistem buka tutup dari arah pematang siantar maupun dari arah Parapat," katanya.

Pada peristiwa ini, tidak ada korban jiwa maupun korban material.

Terkait hal ini, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dalam berkendara.

"Untuk masyarakat pengguna jalan selalu berhati-hati, patuhi rambu rambu dan disiplin mengikuti aturan berlalu lintas. Dan masyarakat apabila masuk wilayah Kabupaten Simalungun, gunakan aplikasi Horas Paten apabila ada hal-hal yang penting, bisa tekan panic Buton,"