Ramai di Media Asing, Pemerkosa Anak di Aceh KO Dicambuk 146 Kali


 Seorang pria Indonesia pingsan saat dia dicambuk hampir 150 kali pada Kamis karena memperkosa seorang anak di provinsi Aceh yang konservatif, di mana pencambukan di depan umum adalah hukuman umum karena melanggar hukum Islam, tulis media france24.

Banyka media asing menulis mengenai kejadian ini di antaranya AFP, Channel News Asia, Daily Mail, South China Morning Post, The Malaysian Insight hingga The Sun dan masih banyak lagi.

Pria berusia 19 tahun itu meringis dan berteriak saat petugas syariah bertopeng mencambuk punggungnya dengan tongkat rotan di kota Idi.

Dia memohon hukuman dihentikan dan dirawat sebentar oleh dokter sebelum cambuk dimulai lagi.

Pria itu ditangkap awal tahun ini atas tuduhan menganiaya dan memperkosa korban, yang umurnya tidak disebutkan.

Dia dijatuhi hukuman 146 cambukan, jumlah yang sangat tinggi untuk kejahatan paling serius.

"Hukuman maksimal dimaksudkan untuk jera," kata Ivan Nanjjar Alavi, seorang pejabat kejaksaan Aceh Timur, kepada wartawan.

Aceh, di ujung barat Sumatera, adalah satu-satunya wilayah di Indonesia yang mayoritas Muslim yang memberlakukan hukum Islam di bawah kesepakatan otonomi dengan pemerintah pusat yang mengakhiri pemberontakan separatis yang telah berlangsung lama, tulis france24.

Juga pada hari Kamis, seorang pria berusia 40 tahun dan seorang pria berusia 21 tahun dicambuk masing-masing 100 kali karena berhubungan seks dengan pasangan di bawah umur.

Hukuman cambuk publik Aceh yang secara luas dikritik oleh kelompok hak asasi dapat menarik ratusan penonton, tetapi kerumunan telah menyusut di tengah pandemi virus corona.

Provinsi mengizinkan pencambukan untuk berbagai tuduhan termasuk perjudian, perzinahan, minum alkohol, dan melakukan hubungan seks gay atau pranikah.

Dan hukuman ini mendapat dukungan luas di antara penduduk Aceh yang sebagian besar Muslim.