MENJERIT Kesakitan di Depan Ibu, Balita Tunjuk Celana Dalam Penuh Bercak Darah, Aib Paman Terbongkar

 


Seorang balita jadi korban pelecehan oleh pamannya sendiri. Mendatangi ibu sambil menjerit kesakitan, celana dalamnya sudah penuh bercak darah.

Keluarga seharusnya saling melindungi, tapi kini banyak kasus kekerasan seksual yang justru pelakunya adalah keluarga sendiri.

Seperti yang dialami balita malang ini.

Nasib memilukan menimpa seorang balita yang diduga mengalami kekerasan seksual.

Pelaku kekerasan seksual itu pun diduga adalah pamannya sendiri.

Mengetahui anaknya dicabuli, sang ibu, DC (38) mendatangi SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (8/12/2020).

Didampingi saudaranya, DC melaporkan dugaan pencabulan yang dialami putrinya berinisial AS (3,5 tahun). Bocah bawah lima tahun (balita) itu diduga dicabuli oleh pamannya sendiri yang tak lain saudara ipar DC.

Kepada polisi DC menuturkan, pencabulan tersebut terjadi di rumah korban Senin (30/11/2020) pukul 12.00 WIB.

Diketahui korban berinisial AS (3,5 tahun) dan pelaku berinisial AM (19 tahun).

Kejadian bermula saat AS menjerit di depan ibunya sambil menunjuk bagian sensitifnya dan berjalan mengangkang.

"Setelah kami tanyai anak kami hanya menunjuk kemaluan," ujar DC warga Kecamatan Seberang Ulu II Palembang kepada petugas SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (8/12/2020).

Kemudian DC membawa anaknya ke rumah sakit terdekat.

Setelah dilihat celana dalam anaknya penuh darah.

Menurut pihak Rumah Sakit, kemaluan anak korban terkena benturan benda tumpul.

"Setelah kami tanyai setiap hari akhirnya, anak kami memperagakan pada saat pelaku mencabulinya sambil mengeja nama pelaku," bebernya.Ternyata pelaku berinisial AM. Diketahui rumah korban dan pelaku berdekatan.

Lanjut DC menjelaskan, ia tidak mengetahui berapa kali pelaku mencabuli anaknya sebab pelaku selalu menghindar.

"Karena takut anak kami kembali menjadi korban, kami tidak memandang pelaku lagi walaupun keluarga. Lantas hari ini kami memutuskan melaporkan dia ke polisi dengan harapan dia dapat bertanggungjawab," tutupnya.

Informasi yang dihimpun korban merupakan anak bungsu dari enam bersaudara.

Sementara itu Kasubag Humas Polrestabes Palembang Akp Irene membenarkan laporan pencabulan yang dialami anak di bawah umur.

"Laporan sudah diterima anggota piket SPKT kita selanjutnya laporan korban akan ditindaklanjuti Unit PPA Polrestabes Palembang," tutupnya.